ESC : ( Tutup Form )

Prabowo Jelaskan Alasan Pemerintah Membutuhkan Stabilitas di Tengah Koalisi Besar


Senin, 31  Aagustus  2026 - 17:49 WIB

Prabowo Jelaskan Alasan Pemerintah Membutuhkan Stabilitas di Tengah Koalisi Besar
Foto Berita

JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitas dan ketenangan menjadi kebutuhan penting bagi sebuah pemerintahan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).


Prabowo mengatakan stabilitas pemerintahan diperlukan agar pemerintah dapat menjalankan tugas dan programnya secara efektif. Ia kemudian menyinggung kondisi politik di sejumlah negara yang mengalami pergantian kepala pemerintahan dalam waktu relatif singkat.


"Kita lihat di Jepang walaupun hanya dua partai besar, tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti Perdana Menteri. Di Inggris dalam 5 tahun mungkin 7-8 kali Perdana Menteri," ujar Prabowo.


Menurut dia, pengalaman sejumlah negara tersebut menunjukkan bahwa stabilitas tetap menjadi kebutuhan dalam menjalankan pemerintahan.


"Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan," katanya.


Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memberikan penjelasan mengenai besarnya koalisi yang menopang pemerintahannya. Ia menyebut Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 300 juta jiwa sehingga tidak mungkin hanya mengandalkan satu partai untuk menjalankan pemerintahan.


"Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai. Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai," kata Prabowo.


Prabowo menyebut koalisi pemerintah saat ini mencakup tujuh dari delapan partai yang ada di parlemen. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi sekaligus upaya menjaga stabilitas pemerintahan.


Besarnya kabinet Prabowo sebelumnya mendapat kritik dan disebut sebagai kabinet gemuk serta tidak efisien. Menanggapi hal itu, ia membandingkan jumlah anggota kabinet Indonesia dengan Timor Leste.


Prabowo mengatakan Timor Leste memiliki jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa, jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia. Namun, negara tersebut memiliki 28 anggota kabinet.


Ia juga membandingkan kondisi Timor Leste dengan sejumlah daerah di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk serupa. Salah satunya Banyuwangi yang disebutnya memiliki sekitar 1,1 juta penduduk.


"Banyuwangi berapa jumlah penduduk Banyuwangi? Mereka hanya 1,1 juta, kabinetnya 28. Kabinetnya Timor Leste 28. Tapi bukan itu yang saya maksud," ujar Prabowo.


Menurut Prabowo, besarnya pemerintahan yang dibentuknya tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan mengelola negara dengan wilayah luas, jumlah penduduk besar, serta sistem demokrasi yang mengharuskan adanya kerja sama antarpartai.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com