
NEPAL - Tragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal menyisakan duka mendalam. Ratusan jenazah korban bencana harus dimakamkan secara massal setelah kondisi tubuh yang rusak dan tertutup lumpur menyulitkan proses identifikasi.
Petugas Armed Police Force (APF) Nepal terlihat mengenakan alat pelindung diri saat mengevakuasi dan membawa jenazah menuju lokasi pemakaman massal di Devghat. Kota tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi ziarah penting bagi umat Hindu.
Sebelum jenazah dimakamkan, petugas mengambil sampel DNA. Langkah ini dilakukan untuk membantu proses identifikasi apabila keluarga korban baru dapat ditemukan atau memberikan data pembanding pada kemudian hari.
Pemakaman dilakukan di kawasan tepi sungai. Setiap lokasi jenazah nantinya akan diberi tanda sehingga keluarga masih memiliki kemungkinan untuk menemukan tempat pemakaman kerabat mereka.
Reuters melaporkan proses identifikasi menjadi pekerjaan berat bagi petugas. Sebagian besar korban mengalami kerusakan parah pada wajah dan tubuh, sementara lumpur yang terbawa banjir menutupi jasad mereka.
Di sejumlah rumah sakit, keluarga korban juga dilaporkan masih menunggu dengan harapan memperoleh kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga yang belum ditemukan.
Berdasarkan data yang dihimpun otoritas setempat dan laporan media pada 29 Agustus, jumlah korban meninggal akibat rangkaian banjir bandang dan tanah longsor di Nepal serta China telah mencapai 633 orang. Pada saat yang sama, hampir 3.000 orang masih dilaporkan hilang.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional Nepal mencatat korban meninggal akibat banjir bandang di wilayah Nepal mencapai 626 orang, sedangkan 2.426 orang masih belum ditemukan.
Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap korban yang kemungkinan terbawa arus banjir. Proses tersebut menjadi semakin sulit karena luasnya wilayah terdampak dan kondisi medan setelah bencana.
Di tengah operasi pencarian, pengambilan sampel DNA menjadi bagian penting dalam penanganan korban. Metode tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh kepastian mengenai nasib kerabat mereka yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, tetapi juga meninggalkan persoalan kemanusiaan berupa proses identifikasi dan pemulangan jenazah kepada keluarga masing-masing.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |