
GAZA - Sedikitnya lima warga Palestina tewas dalam serangan yang menghantam sebuah gedung apartemen di Gaza pada Sabtu (3/10/2026). Empat korban di antaranya merupakan perempuan, termasuk seorang ibu dan anaknya yang selama ini dikenal membantu jemaat gereja serta pengungsi.
Serangan dilaporkan mengenai lantai dasar gedung Apartemen Al-Asala 1 sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Ledakan menyebabkan bangunan rusak dan kebakaran.
Dua korban yang tewas adalah Maisa Abu Dawoud dan putrinya, Mary Najjar. Keduanya merupakan warga Kristen Palestina asal Kota Gaza. Maisa dikenal dengan nama Umm Michel, sedangkan Mary dikenal sebagai Umm Fouad.
Komite Tinggi Kepresidenan untuk Urusan Gereja Palestina menyebut Maisa dan Mary selama ini aktif membantu jemaat serta warga yang mengungsi di Gereja Keluarga Kudus atau Holy Family Church.
Ketua komite tersebut, Ramzi Khoury, menyampaikan duka atas meninggalnya ibu dan anak tersebut. Menurutnya, kepergian keduanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan komunitas gereja.
Duka juga disampaikan Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius di Gaza serta Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa.
Jenazah Maisa dan Mary dimakamkan pada Sabtu di Gereja Saint Porphyrius di kawasan Kota Tua Gaza. Prosesi pemakaman berlangsung dengan doa dan nyanyian rohani.
Fouad al-Najjar, putra Mary yang berusia 14 tahun, mengatakan kepada Anadolu bahwa ia kehilangan ibu dan neneknya dalam serangan tersebut.
“Nenek dan ibu saya meninggal dunia. Semoga Tuhan mengasihi mereka,” kata Fouad.
Ia juga menyerukan agar perang segera dihentikan karena, menurutnya, warga Gaza terus kehilangan orang-orang yang mereka cintai.
Korban lainnya adalah Yasmin al-Boubou, seorang akademisi yang mengajar di Departemen Multimedia College of Intermediate Studies, University of Palestine, Gaza.
Yasmin sebelumnya pernah memimpin departemen teknologi multimedia di universitas tersebut. Dalam laporan resmi kampus pada 2019, ia disebut bertanggung jawab atas kegiatan akademik dan artistik mahasiswa.
Ibunya, Halloum al-Boubou, juga meninggal dalam serangan yang sama.
Kabar kematian Yasmin mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan kelompok pemantau hak asasi manusia. Ketua Euro-Med Human Rights Monitor, Ramy Abdu, turut menyampaikan belasungkawa, sementara akademisi Iyad al-Qarra menyebut Yasmin sebagai salah satu cendekiawan yang menonjol.
Sementara itu, informasi mengenai latar belakang pribadi maupun aktivitas profesional Halloum belum tersedia secara terverifikasi.
Militer Israel menyatakan serangan tersebut ditujukan kepada sebuah apartemen di Gaza dengan sasaran Ali al-Amoudi, yang disebut sebagai pimpinan kantor politik Hamas di Gaza.
Namun, belum dapat dipastikan apakah serangan yang diklaim menargetkan al-Amoudi merupakan serangan yang sama dengan insiden yang menewaskan lima warga Palestina tersebut.
Militer Israel mengatakan pihaknya masih melakukan peninjauan terhadap hasil operasi. Hamas juga belum memberikan tanggapan terkait pernyataan tersebut.
Di lokasi kejadian, warga menggambarkan situasi penuh kepanikan setelah ledakan terjadi. Bangunan mengalami kerusakan dan kebakaran, sementara warga berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan.
Seorang warga, Ahmed al-Dahdouh, mengatakan suara ledakan membangunkan warga yang sedang tidur. Anak-anak disebut berlarian keluar rumah setelah mendengar serangkaian ledakan.
Ia juga mengaku melihat sejumlah korban di bawah reruntuhan dan bersama warga lainnya berupaya melakukan evakuasi.
Serangan tersebut menambah daftar korban sipil di Gaza di tengah konflik yang masih berlangsung dan terus menimbulkan dampak terhadap masyarakat setempat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |