
PARIS - Gelombang demonstrasi pelajar di Prancis semakin meluas. Sekitar 250.000 orang turun ke jalan di berbagai kota untuk memprotes kondisi pendidikan yang dinilai semakin buruk.
Aksi berlangsung di Paris, Strasbourg, Rennes, Toulouse hingga sejumlah kota lainnya. Guru dan orang tua juga ikut bergabung. Pemerintah mencatat 488 orang ditangkap dan 48 aparat keamanan terluka.
Bentrok terjadi di beberapa lokasi hingga polisi menggunakan gas air mata dan meriam air. Pemerintah menyebut sedikitnya 215 pelajar dan 85 tenaga sekolah mengalami luka. Lebih dari 700 polisi juga dilaporkan terluka.
Para demonstran mempersoalkan berbagai masalah di sekolah, mulai dari fasilitas yang rusak, kebocoran air, hingga kekurangan tenaga pengajar. Kelompok pelajar bahkan menyebut lebih dari separuh sekolah menengah mengalami blokade atau penutupan sementara.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu berjanji merespons tuntutan tersebut. Pemerintah akan mengevaluasi jam sekolah, memastikan guru yang absen segera digantikan, menambah waktu istirahat makan siang, serta memperbaiki bangunan sekolah yang sudah tua.
Namun, pemerintah menghadapi kendala anggaran. Prancis saat ini tengah berupaya menekan defisit dan menghadapi kenaikan biaya pinjaman akibat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap utang negara.
Aksi protes ini sendiri telah bermula sejak September di wilayah pinggiran Paris sebelum kemudian menyebar ke berbagai daerah.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |