
TOKYO - Jepang menghadapi gangguan transportasi udara setelah dua badai tropis, Mekkhala dan Higos, mendekati wilayah selatan negara itu. Dampaknya, lebih dari 100 penerbangan dibatalkan dan pemerintah mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi banjir serta tanah longsor.
Maskapai Japan Airlines (JAL) membatalkan sekitar 70 penerbangan yang melayani rute menuju dan dari Okinawa serta Kagoshima. Sementara itu, All Nippon Airways (ANA) menghentikan operasional sekitar 50 penerbangan pada Jumat (26/6/2026).
Otoritas cuaca Jepang mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah rawan untuk bersiap melakukan evakuasi apabila kondisi cuaca memburuk. Hujan deras yang dipicu badai diperkirakan meningkatkan risiko banjir dan longsor.
Selain mengganggu sektor transportasi, cuaca ekstrem juga berdampak pada industri manufaktur. Nissan menghentikan sementara aktivitas produksinya, sedangkan Toyota menangguhkan operasional salah satu pabriknya di Pulau Kyushu sebagai langkah antisipasi.
Badai Tropis Mekkhala membawa angin dengan kecepatan hingga 144 kilometer per jam dan diperkirakan melintasi wilayah Kyushu serta Shikoku sepanjang akhir pekan.
Di saat yang sama, Badai Tropis Higos bergerak dari wilayah Filipina menuju Jepang dan diperkirakan mencapai daratan pada Minggu (28/6/2026).
Badan Meteorologi Jepang juga memperingatkan kemungkinan terjadinya efek Fujiwhara, yakni fenomena ketika dua badai tropis saling berinteraksi. Kondisi tersebut dapat mengubah arah pergerakan maupun kekuatan badai sehingga membuat prakiraan cuaca menjadi lebih sulit.
Situasi cuaca buruk turut memengaruhi aktivitas militer. Jepang dilaporkan membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey menuju Pulau Miyako yang semula dijadwalkan sebagai bagian dari latihan bersama dengan Amerika Serikat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |