
TEPIBARAT - Otoritas Israel dilaporkan menahan jenazah dua remaja Palestina yang tewas dalam insiden penembakan di wilayah Tepi Barat. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan utara Hebron dan kembali menambah ketegangan di wilayah pendudukan Palestina.
Menurut Otoritas Umum Urusan Sipil Palestina yang berbasis di Ramallah, kedua jenazah masih berada dalam penguasaan pihak Israel setelah insiden penembakan yang terjadi baru-baru ini.
Kantor berita resmi Palestina, Wafa, mengidentifikasi kedua korban sebagai Reda Sami Awad (15) dan Arafat Ismail Awad (19). Keduanya dilaporkan tewas setelah terkena tembakan pasukan Israel.
Dalam keterangannya, pihak Palestina menyebut jenazah kedua korban belum diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Sementara itu, militer Israel menyatakan pasukannya merespons sekelompok orang yang diduga melakukan aksi pembakaran ban di area tersebut. Menurut versi militer Israel, kelompok itu juga melemparkan bom molotov ke arah sebuah permukiman.
Pasukan kemudian melepaskan tembakan yang mengakibatkan dua orang tewas dan satu orang lainnya mengalami luka. Militer Israel menyebut satu individu lain berhasil "dilumpuhkan" dalam operasi tersebut.
Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi korban yang terluka maupun kemungkinan langkah hukum terkait penahanan jenazah kedua remaja tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Tepi Barat yang dalam beberapa waktu terakhir kerap diwarnai bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel. Berbagai organisasi hak asasi manusia juga terus memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut.
Pihak berwenang Palestina dan Israel belum memberikan keterangan tambahan terkait proses penyerahan jenazah maupun perkembangan penyelidikan atas insiden tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |