ESC : ( Tutup Form )

Kapal Kargo Berbendera Singapura Diserang di Selat Hormuz, PBB Tunda Evakuasi Ratusan Kapal


Sabtu, 27  Juni  2026 - 06:51 WIB

Kapal Kargo Berbendera Singapura Diserang di Selat Hormuz, PBB Tunda Evakuasi Ratusan Kapal
Foto Berita

JAKARTA - Sebuah kapal kontainer berbendera Singapura dilaporkan menjadi sasaran serangan saat melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Insiden tersebut mendorong Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunda sementara operasi evakuasi ratusan kapal yang terjebak di kawasan itu.


Berdasarkan laporan Al Jazeera, Jumat (26/6/2026), insiden pertama kali dilaporkan oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO). Kapal tersebut disebut terkena proyektil di sisi kanan lambung ketika berada sekitar 14 kilometer di tenggara Pelabuhan Dahit, Oman.


Sumber keamanan maritim yang dikutip Reuters menyebut kapal kemungkinan diserang menggunakan pesawat nirawak (drone). Namun hingga kini belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.


Kapal yang menjadi sasaran diidentifikasi sebagai Ever Lovely, kapal kontainer berbendera Singapura yang diketahui berlayar secara mandiri dan tidak termasuk dalam konvoi evakuasi yang dikoordinasikan IMO.


Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah Iran mengeluarkan peringatan agar seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz menggunakan jalur resmi yang telah ditentukan otoritas Teheran.


Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga sempat memerintahkan dua kapal berbendera Panama untuk mengubah rute pelayaran pada Kamis (25/6/2026).


Sementara itu, Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) menegaskan kapal yang melintas di luar jalur resmi tidak akan memperoleh jaminan keamanan. Seluruh risiko yang timbul menjadi tanggung jawab pemilik, operator, maupun nakhoda kapal.


Akibat memburuknya situasi keamanan, IMO memutuskan menunda sementara operasi evakuasi sekitar 600 kapal dan 11.000 pelaut yang sebelumnya terjebak akibat penutupan Selat Hormuz selama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.


Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan penundaan dilakukan untuk memastikan jaminan keselamatan seluruh kapal yang masuk dalam daftar evakuasi sebelum operasi kembali dilanjutkan.


Menurutnya, proses evakuasi akan kembali dilakukan setelah kondisi keamanan dan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz dinyatakan kondusif.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com