
KINSHASA - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Otoritas kesehatan setempat melaporkan total 1.048 kasus terkonfirmasi, dengan 267 kematian hingga akhir pekan lalu.
Berdasarkan laporan resmi yang mencakup data hingga Minggu (21/6/2026), sebanyak 371 pasien masih menjalani perawatan atau isolasi di fasilitas kesehatan, sementara 112 pasien telah dinyatakan sembuh.
Selain kasus terkonfirmasi, terdapat juga 202 kasus suspek, termasuk 60 kematian tambahan yang masih dalam proses verifikasi. Tingkat fatalitas wabah ini tercatat mencapai sekitar 25,5 persen, menunjukkan dampak serius terhadap sistem kesehatan setempat.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa peningkatan kasus terjadi secara bertahap dari minggu ke minggu, menandakan bahwa penularan di tingkat komunitas masih berlangsung aktif. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi penyebaran ke wilayah lain jika tidak segera dikendalikan.
Wabah Ebola kali ini disebabkan oleh virus Ebola strain Bundibugyo, yang secara resmi diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RD Kongo pada 15 Mei 2026.
Otoritas kesehatan setempat terus memperkuat langkah pengendalian, termasuk isolasi pasien, pelacakan kontak erat, serta peningkatan fasilitas penanganan darurat untuk menekan laju penularan.
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa tanpa intervensi cepat dan masif, wabah berpotensi meluas ke wilayah lain di Afrika Tengah.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |