
JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI resmi meluncurkan aplikasi e-ticketing terpadu bernama “Ayo Ke Taman Nasional (AKTN)" sebagai upaya digitalisasi layanan wisata alam di kawasan konservasi.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa platform ini dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk menyatukan sistem pemesanan tiket yang sebelumnya masih tersebar dan sebagian masih dilakukan secara manual.
“Aplikasi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam membeli tiket dan mendapatkan informasi secara lebih cepat dan sederhana,” ujarnya dalam peluncuran di Jakarta International Convention Center.
Aplikasi AKTN tidak hanya berfungsi sebagai sistem pemesanan tiket, tetapi juga dilengkapi fitur pemantauan jumlah pengunjung secara real-time. Fitur ini bertujuan menjaga daya dukung kawasan wisata agar tidak terjadi kelebihan kapasitas yang dapat merusak ekosistem.
Dengan sistem ini, pengelola taman nasional dapat mengatur jumlah kunjungan secara lebih terukur sehingga kenyamanan wisatawan dan kelestarian alam tetap terjaga.
Seluruh transaksi tiket dilakukan secara nontunai melalui QRIS dan transfer bank. Setiap pembayaran otomatis tercatat sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan langsung masuk ke kas negara.
Digitalisasi ini juga diharapkan dapat menutup potensi kebocoran pendapatan di pintu masuk kawasan wisata alam.
Pada tahap awal, sistem AKTN akan diterapkan di 12 taman nasional sebagai proyek uji coba. Pemerintah juga berencana mengembangkan fitur tambahan seperti opsi penjadwalan ulang, pengembalian dana, serta layanan pemandu wisata lokal.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |