
JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan pada tahun 2027. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan devisa negara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, arah kebijakan tersebut disampaikan dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2027 bersama Komisi VII DPR RI.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Karena itu, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan destinasi wisata yang berkualitas sekaligus berkelanjutan.
Pada 2027, Kemenpar akan memfokuskan program pada penyelesaian 10 destinasi prioritas serta pengembangan tiga destinasi regeneratif baru. Selain itu, berbagai program pendukung seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, promosi wisata, pengembangan atraksi dan event unggulan, serta penguatan industri dan rantai pasok pariwisata akan terus diperluas.
Kemenpar juga memasang target ambisius untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menjadi 17,6 hingga 19,1 juta kunjungan pada 2027. Sementara itu, nilai pengeluaran wisatawan asing selama berada di Indonesia ditargetkan meningkat hingga mencapai 1.497 dolar AS per kunjungan.
Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata diproyeksikan mampu menghasilkan devisa antara 25,5 miliar hingga 28,6 miliar dolar AS. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara juga ditargetkan menembus 1,28 miliar perjalanan sepanjang tahun 2027.
Tidak hanya itu, sektor pariwisata diperkirakan dapat menyerap sekitar 27,33 juta tenaga kerja dan meningkatkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga mencapai 4,8 persen.
Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, Kementerian Pariwisata memastikan berbagai program prioritas tetap berjalan secara efektif. Alokasi anggaran indikatif tahun 2027 tercatat sebesar Rp1,01 triliun dan akan diarahkan untuk mendukung pencapaian target utama sektor pariwisata.
Kemenpar juga menilai pengembangan desa wisata masih menjadi salah satu program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hingga 2026, jumlah desa wisata yang terdata terus bertambah dan menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan serta pendapatan ekonomi lokal.
Pemerintah berharap melalui berbagai program tersebut, sektor pariwisata Indonesia semakin kompetitif di tingkat global dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |