
DOHA - Ledakan besar mengguncang fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) di kawasan Ras Laffan, Qatar. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai puluhan lainnya.
Peristiwa itu terjadi di salah satu pusat pengolahan gas terbesar di dunia yang berperan penting dalam produksi dan distribusi energi global.
Pemerintah Qatar menyatakan bahwa ledakan tersebut merupakan kecelakaan teknis dan tidak berkaitan dengan aksi sabotase maupun serangan bermotif permusuhan.
Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, mengonfirmasi bahwa seluruh korban jiwa merupakan warga negara asing, termasuk pekerja asal India dan Pakistan. Selain itu, sekitar 66 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam kondisi kritis.
Kementerian Dalam Negeri Qatar juga menegaskan bahwa insiden tersebut berasal dari gangguan teknis pada salah satu unit fasilitas pengolahan gas yang memasok kebutuhan energi lokal maupun ekspor.
Pihak berwenang memastikan bahwa ledakan tersebut tidak berdampak pada aktivitas ekspor gas Qatar maupun pasokan energi domestik. Pemerintah juga menegaskan tidak ada indikasi pencemaran lingkungan akibat kejadian ini.
Ledakan dilaporkan terdengar hingga wilayah ibu kota Doha yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi kejadian. Sejumlah saksi mata menggambarkan adanya kobaran api besar berwarna oranye disertai kepulan asap tebal yang membumbung tinggi di area fasilitas gas tersebut.
Hingga saat ini, investigasi masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden. Pemerintah Qatar berjanji akan mengumumkan hasil penyelidikan setelah proses evaluasi selesai.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |