
KUALALUMPUR - Angkatan Udara Malaysia (TUDM) terus memperkuat kemampuan pertahanan udaranya menjelang kedatangan armada jet tempur ringan FA-50M Fighting Eagle yang dipesan dari Korea Selatan. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah menyiapkan Pangkalan Udara Kuantan sebagai markas utama operasional pesawat tersebut.
Pembangunan fasilitas pendukung di Lanud Kuantan, Pahang, dilaporkan telah mencapai tahap akhir. Infrastruktur yang mencakup hanggar, area pemeliharaan, serta fasilitas operasional lainnya ditargetkan selesai sepenuhnya pada Oktober 2026.
Panglima TUDM Jenderal Tan Sri Muhamad Norazlan Aris menyebutkan bahwa selain pembangunan fasilitas fisik, Malaysia juga sedang mempersiapkan sumber daya manusia untuk mengoperasikan armada baru tersebut.
Saat ini sejumlah pilot dan teknisi TUDM tengah menjalani pelatihan intensif di Korea Selatan menggunakan pesawat latih TA-50 sebagai bagian dari program transisi menuju FA-50M.
Pemilihan Lanud Kuantan dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena lokasinya berada di pesisir timur Semenanjung Malaysia dan berdekatan dengan kawasan Laut China Selatan yang selama ini menjadi salah satu wilayah paling sensitif di kawasan Asia Pasifik.
Dari pangkalan tersebut, TUDM dapat merespons lebih cepat terhadap berbagai aktivitas udara maupun maritim yang berpotensi mengganggu keamanan nasional, termasuk pengawasan wilayah perbatasan dan perlindungan jalur pelayaran penting.
Lanud Kuantan sendiri telah menjadi salah satu pusat kekuatan udara utama Malaysia karena juga menjadi basis operasional pesawat tempur berat Su-30MKM serta sejumlah armada pendukung lainnya.
Malaysia menandatangani kontrak pengadaan 18 unit FA-50M pada 2023 sebagai bagian dari program Light Combat Aircraft/Fighter Lead-In Trainer (LCA/FLIT).
Nilai kontrak tersebut mencapai sekitar US$920 juta dan menjadi salah satu modernisasi terbesar yang dilakukan TUDM dalam beberapa tahun terakhir.
Dua unit pertama dijadwalkan tiba pada paruh kedua 2026, sementara pengiriman unit lainnya akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh armada diterima.
FA-50M merupakan varian terbaru yang menggabungkan kemampuan pesawat latih lanjut dan jet tempur ringan. Pesawat ini dilengkapi radar modern, sistem avionik terkini, serta kemampuan pengisian bahan bakar di udara yang memperluas jangkauan operasionalnya.
Selain mendatangkan FA-50M, Malaysia juga tengah mematangkan rencana pengadaan sistem pertahanan udara jarak menengah atau Medium-Range Air Defence (MERAD).
Sistem tersebut diharapkan mampu melengkapi jaringan pertahanan udara nasional dengan menciptakan perlindungan berlapis antara sistem pertahanan darat jarak pendek dan armada pesawat tempur yang bertugas menjaga wilayah udara negara.
Kombinasi jet tempur modern dan sistem pertahanan udara baru diyakini akan meningkatkan kemampuan Malaysia dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan regional, khususnya di kawasan Laut China Selatan yang memiliki nilai strategis tinggi bagi kepentingan ekonomi dan geopolitik kawasan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |