
GORONTALO - Prabowo Subianto menyampaikan target ambisius pemerintah untuk mencapai kemandirian energi nasional dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun ke depan. Dengan target tersebut, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energinya sendiri, terutama melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik.
“Dalam tiga sampai empat tahun kita menargetkan swasembada energi. Kita ingin berhenti mengimpor BBM,” ujarnya.
Salah satu strategi utama yang tengah didorong pemerintah adalah pengembangan biodiesel B50, yaitu campuran 50 persen minyak kelapa sawit dalam solar.
Ministry of Energy and Mineral Resources (Indonesia) sebelumnya telah melakukan uji coba penerapan B50 di berbagai sektor, termasuk transportasi darat, perkeretaapian, pelayaran, hingga alat berat industri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut hasil pengujian menunjukkan performa yang stabil dan menjanjikan untuk implementasi lebih luas.
“Hasil uji coba di berbagai sektor menunjukkan hasil yang positif,” kata Bahlil.
Saat ini pemerintah masih menyiapkan aspek pendukung seperti infrastruktur distribusi dan kesiapan industri sebelum kebijakan B50 diterapkan secara nasional.
Jika program ini berjalan sesuai rencana, Indonesia berpotensi menurunkan ketergantungan terhadap impor energi dan memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |