
JAKARTA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong sinkronisasi seluruh program pemulihan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi tanpa ada wilayah yang terabaikan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meminta kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah mengumpulkan dan memetakan seluruh rencana kegiatan rehabilitasi maupun rekonstruksi secara menyeluruh.
Menurut Tito, penyelarasan data dan program penting dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran serta pelaksanaan pemulihan berjalan efektif.
"Posko agar meminta detail rencana kegiatan kementerian/lembaga yang tergabung dalam Satgas, baik yang sudah mendapatkan anggaran dari Kementerian Keuangan maupun yang belum. Termasuk kegiatan pemerintah daerah untuk pemulihan bencana," ujar Tito dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Ia menegaskan, koordinasi diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun adanya kebutuhan masyarakat yang justru tertinggal dalam proses pemulihan.
Dorongan sinkronisasi tersebut disampaikan setelah Satgas PRR melakukan monitoring dan konsolidasi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara.
Dalam kegiatan itu, sejumlah sektor menjadi perhatian, mulai dari pemanfaatan Transfer ke Daerah (TKD), Bantuan Keuangan Khusus (BKK), pemulihan lahan pertanian, perbaikan infrastruktur, hingga penguatan posko pemulihan di daerah.
Tito juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, terutama pembangunan jalan, jembatan, serta percepatan pembangunan hunian tetap (huntap).
"Hal-hal yang urgent yaitu jalan dan jembatan. Menteri PU sudah turun anggarannya Rp22 triliun dari Kementerian Keuangan, termasuk untuk huntap," katanya.
Di sektor pertanian, Satgas PRR mencatat perkembangan perbaikan lahan sawah terdampak bencana di sejumlah wilayah.
Di Aceh Timur, perbaikan sawah rusak ringan telah mencapai sekitar 4.200 hektare atau 66,6 persen. Sementara perbaikan sawah rusak sedang seluas 1.770 hektare telah rampung.
Adapun di Aceh Utara, pengerjaan sawah rusak sedang hampir selesai dengan capaian 99,5 persen.
Satgas juga meminta pemerintah daerah mempercepat perbaikan jaringan irigasi agar lahan pertanian yang sudah dipulihkan dapat kembali digunakan menjelang musim tanam Juli.
Dengan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, Satgas PRR berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera dapat berjalan lebih cepat serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat terdampak.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |