
HANOI - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyerukan peningkatan upaya untuk menyelesaikan perselisihan antara kedua negara dalam forum ASEAN Future Forum di Hanoi.
Dalam pidatonya, Anutin menegaskan bahwa Thailand dan Kamboja berada di persimpangan penting dalam hubungan bilateral, sehingga diperlukan kerja sama erat untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Ia menyampaikan bahwa babak baru hubungan kedua negara harus dibangun melalui rasa saling percaya, dialog, dan iktikad baik. Menurutnya, kemauan politik yang kuat menjadi kunci untuk mencapai solusi damai yang berkelanjutan.
“Keyakinan dan tekad politik sangat penting untuk mencapai solusi damai yang langgeng,” ujarnya.
Sementara itu, Hun Manet menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua negara masih berlaku, namun kondisinya tetap rapuh. Ia menekankan pentingnya implementasi penuh pernyataan bersama pada 27 Desember 2025 secara efektif dan segera.
Hun Manet juga menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah tidak boleh diubah melalui kekuatan atau paksaan. Ia kembali menegaskan komitmen kedua negara untuk mengubah gencatan senjata yang ada menjadi perdamaian yang permanen.
Kedua pemimpin sepakat bahwa dialog dan kerja sama regional menjadi jalan utama untuk menjaga stabilitas dan meredakan ketegangan di kawasan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |