
NAIROBI - Fiki Mutakin (25), salah satu ABK WNI kapal tanker MT Honour 25, mengalami luka tembak saat kapal tersebut dibajak perompak di lepas pantai Somalia.
Duta Besar RI untuk Nairobi, Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji, mengatakan Fiki sempat diikat bersama awak kapal lain untuk dieksekusi. Namun, perompak kemudian melepaskannya dan meminta Fiki membantu menurunkan sekoci.
Situasi berubah ketika sebagian perompak marah karena Fiki membantu proses pelarian. Fiki kemudian ditembak dua kali. Tembakan pertama meleset dari kepala, sementara peluru kedua mengenai kakinya.
Dalam kondisi terluka, Fiki memilih berpura-pura meninggal agar tidak kembali menjadi sasaran. Ia juga mendapat bantuan dari salah seorang perompak yang bersimpati kepadanya.
Setelah aparat Puntland berhasil mengambil alih kapal, Fiki dievakuasi melalui Pelabuhan Bandarbeyla ke rumah sakit di Garowe untuk mendapatkan perawatan.
Fiki merupakan satu dari empat WNI yang menjadi awak MT Honour 25. Tiga lainnya adalah Ashari Samadikun (34), Wahudinanto (48), dan Adi Faizal (27). Keempatnya telah tiba di Indonesia pada Selasa (6/10/2026) setelah lebih dari lima bulan disandera.
MT Honour 25 dibajak pada April 2026 saat membawa sekitar 18.500 barel minyak menuju Mogadishu. Kapal tersebut diawaki 17 pelaut, termasuk empat WNI.
Dalam operasi pembebasan, lima sandera dilaporkan tewas, sementara 16 orang yang diduga sebagai perompak berhasil ditangkap aparat Puntland.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |