ESC : ( Tutup Form )

China Kerahkan Kapal Perang dan Pesawat Tempur ke Laut China Selatan, Ketegangan dengan Filipina Meningkat


Sabtu, 31  Oktober  2026 - 13:52 WIB

China Kerahkan Kapal Perang dan Pesawat Tempur ke Laut China Selatan, Ketegangan dengan Filipina Meningkat
Foto Berita

BEIJING - Situasi keamanan di kawasan Laut China Selatan kembali menjadi sorotan setelah militer China meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Scarborough Shoal, wilayah perairan yang selama ini menjadi titik sengketa dengan Filipina.


Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengonfirmasi telah mengerahkan unsur angkatan laut dan angkatan udara untuk melaksanakan patroli kesiapan tempur di kawasan tersebut.


Langkah ini diumumkan Komando Teater Selatan militer China pada Jumat (30/10/2026). Beijing menyebut peningkatan aktivitas militer itu sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran hak dan tindakan provokatif yang dilakukan Filipina.


Dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (31/10/2026), militer China juga mengungkapkan bahwa intensitas patroli di kawasan tersebut telah ditingkatkan sepanjang Oktober.


Hingga laporan tersebut diterbitkan, Kedutaan Besar Filipina di Beijing dan pihak militer Filipina belum menyampaikan tanggapan atas aktivitas patroli China tersebut.


Memanasnya hubungan kedua negara terjadi setelah pertemuan menteri pertahanan negara-negara ASEAN yang berlangsung selama dua hari berakhir pada Kamis.


China sebelumnya melontarkan tuduhan bahwa seorang politikus Filipina yang tidak disebutkan namanya telah menghambat keterlibatan Beijing dalam forum tersebut. Sebaliknya, Manila menyatakan China tetap memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pandangannya.


Perselisihan ini tidak terlepas dari sengketa klaim wilayah di Laut China Selatan. Beijing mengklaim sebagian besar kawasan perairan tersebut melalui peta nine-dash line atau sembilan garis putus-putus.


Klaim China itu bersinggungan dengan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sejumlah negara, termasuk Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Brunei Darussalam.


Pada 2016, putusan arbitrase internasional menyatakan klaim historis China yang menjadi dasar klaim luasnya di Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum berdasarkan UNCLOS. Namun, pemerintah Beijing menolak putusan tersebut.


Dalam keterangannya, militer China menyatakan patroli di sekitar Scarborough Shoal dimaksudkan untuk meningkatkan pengawasan serta pengelolaan wilayah perairan dan ruang udara.


Selain pengerahan unsur militer, Penjaga Pantai China atau China Coast Guard juga melakukan patroli penegakan hukum di kawasan yang sama pada Jumat.


Beijing menyebut aktivitas tersebut sebagai langkah yang diperlukan untuk merespons dugaan pelanggaran dan tindakan provokatif dari Filipina.


Meski demikian, pihak militer China maupun Penjaga Pantai China belum membeberkan secara terperinci jumlah kapal, pesawat, serta bentuk operasi yang dikerahkan dalam patroli tersebut.


Peningkatan aktivitas militer ini kembali memperlihatkan tingginya ketegangan di Laut China Selatan, kawasan strategis yang menjadi jalur pelayaran internasional sekaligus wilayah yang diperebutkan sejumlah negara.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com