
TEHERAN - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Selat Hormuz ditutup bagi pelayaran internasional. Pengumuman tersebut muncul di tengah laporan serangan terhadap tiga kapal tanker sejak Jumat (16/10/2026) waktu setempat.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan salah satu kapal tanker menjadi sasaran serangan menggunakan granat berpeluncur roket yang ditembakkan dari sebuah kapal kecil. Sementara itu, dua kapal tanker lainnya dilaporkan mengalami serangan di perairan lepas pantai Arab Saudi sehari sebelumnya.
Kantor berita Iran, IRNA, turut memberitakan pernyataan Angkatan Laut IRGC yang menegaskan larangan bagi kapal-kapal dari berbagai negara untuk melintasi jalur pelayaran tersebut.
“Selat Hormuz ditutup, dan pelayaran kapal-kapal dari berbagai negara melalui selat tersebut dilarang,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC sebagaimana dikutip IRNA.
Selain mengumumkan penutupan jalur pelayaran, IRGC memperingatkan kapal-kapal yang dianggap melanggar ketentuan yang diberlakukan Iran di Selat Hormuz.
Peringatan itu disampaikan setelah adanya laporan sebuah kapal tanker berukuran sangat besar terbakar di kawasan tersebut akibat menabrak ranjau laut.
Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC mengaitkan insiden kebakaran tersebut dengan peringatan terhadap kapal yang melanggar aturan Iran. Namun, penyebab pasti setiap insiden dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal tanker tersebut perlu dipastikan melalui keterangan resmi lebih lanjut.
Situasi ini menambah risiko keamanan di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.
Selat Hormuz memiliki peran penting dalam distribusi energi internasional karena menjadi jalur transit bagi pengiriman minyak dan produk energi dari kawasan Teluk menuju pasar global.
Apabila aktivitas pelayaran di selat tersebut terganggu dalam waktu lama, pengiriman minyak berpotensi mengalami hambatan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasokan energi serta keamanan kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut.
Di tengah perkembangan itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa blokade yang dilakukan Angkatan Laut AS telah berjalan efektif.
Trump mengklaim kebijakan tersebut berhasil menghentikan seluruh kapal Iran agar tidak melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak AS di tengah meningkatnya ketegangan dengan Teheran.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kondisi keamanan di kawasan, kebijakan kedua negara, serta kepastian akses pelayaran bagi kapal-kapal komersial internasional.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |