
TOKYO - Jepang meningkatkan aktivitas pemantauan udara setelah pesawat militer China terdeteksi beroperasi di sekitar Laut China Timur selama empat hari berturut-turut.
Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan jet tempur negaranya dikerahkan dari Kamis hingga Minggu untuk merespons keberadaan pesawat China yang diduga melakukan aktivitas pengintaian di sekitar wilayah perairan Jepang.
Menurut Staf Gabungan Jepang, pesawat yang digunakan China merupakan jenis Y-9. Pesawat tersebut disebut terbang di sekitar perairan dekat Kepulauan Danjo, yang berada di sebelah barat Kyushu, serta kawasan sekitar Okinawa.
Kedua wilayah tersebut berada di Laut China Timur dan memiliki posisi strategis dalam aktivitas militer Jepang di kawasan Asia Timur.
Meski pesawat tempur Jepang dikerahkan untuk melakukan pemantauan dan respons terhadap aktivitas tersebut, Tokyo memastikan tidak terjadi pelanggaran wilayah udara Jepang.
Informasi mengenai pengerahan jet tempur tersebut dilaporkan oleh Kyodo News pada Senin (7/9/2026).
Pemerintah China hingga laporan tersebut disampaikan belum memberikan tanggapan atas pernyataan Jepang mengenai aktivitas pesawat Y-9 tersebut.
Pengerahan jet tempur selama beberapa hari berturut-turut menunjukkan meningkatnya kewaspadaan Jepang terhadap aktivitas militer China di sekitar wilayahnya.
Laut China Timur selama ini menjadi salah satu kawasan yang sensitif secara geopolitik karena menjadi lokasi aktivitas militer sejumlah negara di Asia Timur.
Jepang dan China juga kerap saling memantau aktivitas militer di kawasan tersebut. Namun, dalam kejadian terbaru ini, Tokyo menegaskan bahwa pesawat China tidak memasuki wilayah udara Jepang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |