
KYIV - Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan udara Rusia pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Serangan yang melibatkan rudal balistik tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya enam orang terluka dan merusak sejumlah bangunan.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan situasi darurat terjadi di beberapa bagian kota setelah serangkaian ledakan. Sejumlah warga dilaporkan terjebak di sebuah bangunan tempat tinggal, sementara kebakaran muncul di sejumlah lokasi.
“Orang-orang juga terjebak di sebuah bangunan perumahan dan terjadi kebakaran di seluruh penjuru Kyiv akibat serangan rudal balistik Rusia,” kata Klitschko melalui Telegram, seperti dikutip Reuters.
Administrasi Militer Kyiv meminta warga segera menuju tempat perlindungan untuk menghindari dampak serangan lanjutan.
Puing-puing rudal dilaporkan menghantam sebuah apartemen berlantai lima dan blok perumahan tiga lantai. Kedua bangunan tersebut mengalami kerusakan akibat serangan.
Rentetan serangan di Kyiv turut memicu kewaspadaan di negara-negara sekitar Ukraina. Polandia, yang merupakan anggota NATO sekaligus Uni Eropa, mengaktifkan operasi penerbangan militer untuk mengamankan wilayah udaranya.
Langkah tersebut dilakukan ketika ledakan dan serangan udara terjadi di Kyiv, sebagai bagian dari upaya Polandia mengantisipasi kemungkinan ancaman terhadap ruang udaranya.
Serangan terbaru Rusia terjadi tidak lama setelah dua utusan Amerika Serikat, Jared Kushner dan Steve Witkoff, meninggalkan Ukraina.
Keduanya sebelumnya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mendorong penyelesaian perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sekitar 4,5 tahun.
Sebelum berada di Ukraina, Kushner dan Witkoff melakukan pembicaraan di Moskow. Pemerintah Rusia menyatakan masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan perundingan yang melibatkan tiga pihak.
Di sisi lain, Rusia juga melaporkan serangan drone dari Ukraina. Serangan tersebut disebut berdampak pada sejumlah infrastruktur sipil dan menyebabkan warga terluka di Saratov, kota yang berada di tepi Sungai Volga.
Gubernur setempat menyebut Saratov terletak sekitar 730 kilometer di tenggara Moskow. Wilayah tersebut memiliki sejumlah fasilitas strategis, termasuk kilang minyak besar yang dioperasikan perusahaan energi milik negara Rusia, Rosneft.
Selain fasilitas energi, Saratov juga menjadi lokasi sejumlah kawasan industri dan fasilitas militer penting.
Pertukaran serangan tersebut menunjukkan bahwa meski upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik terus berlangsung, aktivitas militer antara Rusia dan Ukraina masih terjadi di sejumlah wilayah.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |