ESC : ( Tutup Form )

Kerusuhan Anti-Migran Guncang Afrika Selatan, Kendaraan Dibakar dan Toko Dijarah


Sabtu, 10  Oktober  2026 - 17:04 WIB

Kerusuhan Anti-Migran Guncang Afrika Selatan, Kendaraan Dibakar dan Toko Dijarah
Foto Berita

JOHANNESBURG - Gelombang demonstrasi anti-migran di Afrika Selatan kembali berujung kekerasan. Kerusuhan yang terjadi pada Kamis (8/10/2026) melanda kawasan Soweto di Johannesburg serta kota pesisir Durban, dengan insiden pembakaran kendaraan, penjarahan toko, hingga laporan suara tembakan.


Di Soweto, ketegangan melibatkan sejumlah warga dan pemilik toko yang berasal dari luar negeri. Situasi di lokasi dilaporkan memanas ketika suara tembakan terdengar di tengah kerumunan.


Sementara itu, kerusuhan di Durban berkaitan dengan aksi sekelompok orang yang meminta sebuah pusat pengungsi menghentikan proses pengajuan permohonan suaka. Aksi tersebut menambah ketegangan di tengah meningkatnya penolakan terhadap keberadaan migran di negara itu.


Mengutip laporan Reuters yang merujuk media lokal News24, sekitar 10 kendaraan dilaporkan digulingkan dan dibakar dalam rangkaian kerusuhan tersebut. Sejumlah toko milik warga asing juga menjadi sasaran penjarahan.


Peristiwa ini terjadi ketika Afrika Selatan masih menghadapi rangkaian demonstrasi anti-migran yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Aksi-aksi tersebut mendapat kecaman internasional, terutama ketika berujung pada kekerasan dan perusakan properti.


Meningkatnya ketegangan turut mendorong ribuan warga negara asing dari berbagai negara Afrika meninggalkan Afrika Selatan demi menghindari dampak kekerasan.


Dalam sejumlah aksi protes, para migran kerap dituding merebut kesempatan kerja warga lokal, meningkatkan kriminalitas, serta menambah beban pelayanan publik. Namun, menurut para ilmuwan sosial yang dikutip dalam laporan tersebut, tuduhan-tuduhan itu tidak didukung bukti nyata.


Sentimen anti-migran berkembang di tengah persoalan ekonomi, pengangguran, dan kesenjangan sosial yang masih menjadi tantangan besar bagi Afrika Selatan.


Meski telah lebih dari tiga dekade meninggalkan sistem apartheid, negara tersebut masih menghadapi ketimpangan ekonomi yang tajam. Sekitar sepertiga penduduknya dilaporkan tidak memiliki pekerjaan, memperlihatkan besarnya tantangan dalam menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat.


Di sisi lain, Afrika Selatan tetap menjadi salah satu pusat ekonomi utama di benua Afrika. Kondisi tersebut membuat negara itu masih menarik bagi para migran yang mencari pekerjaan, peluang ekonomi, dan kehidupan yang lebih baik.


Rentetan kerusuhan ini kembali menyoroti persoalan hubungan antara masyarakat lokal dan pendatang, terutama ketika tekanan ekonomi dan ketimpangan sosial menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com