
NEWDELHI - Pemimpin Partai Kecoak India (CJP), Abhijeet Dipke, ditangkap polisi bersama sejumlah demonstran setelah aksi unjuk rasa yang menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) India, Gyanesh Kumar, mengundurkan diri. Aksi tersebut dipicu kontroversi revisi daftar pemilih yang disebut berdampak pada penghapusan sekitar 130 juta nama.
Mengutip Reuters, Minggu (11/10/2026), penangkapan berlangsung pada Sabtu (10/10) ketika para demonstran menggelar aksi di New Delhi. Mereka memprotes kebijakan pemutakhiran daftar pemilih yang dinilai merugikan hak politik masyarakat.
CJP menuding revisi tersebut berpotensi menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi. Namun, tuduhan manipulasi daftar pemilih itu dibantah oleh KPU India dan BJP.
Menurut sumber kepolisian, sekitar 200 orang ditahan di Delhi dalam aksi tersebut. Dipke sendiri ditangkap di bandara setelah tiba dari Mumbai.
Penangkapan itu mendapat perhatian dari kelompok demonstran. Sejumlah peserta aksi menyampaikan keberatan terhadap kebijakan KPU dan menilai penghapusan nama dalam daftar pemilih dapat mengancam hak warga negara.
Selain demonstran, empat jurnalis dari dua media digital dilaporkan turut ditangkap ketika meliput peristiwa tersebut. Sejumlah pengacara yang menggelar aksi di luar Mahkamah Agung juga disebut ikut diamankan, menurut asosiasi pengacara melalui media sosial X.
CJP mengecam tindakan aparat dan menyebut penangkapan tersebut sebagai upaya yang direncanakan untuk melemahkan gerakan anak muda.
Demonstrasi pada Sabtu direncanakan berlangsung di kawasan Jantar Mantar, New Delhi. Namun, kepolisian sebelumnya menyatakan tidak memberikan izin karena permohonan aksi dinilai diajukan melewati batas waktu.
Polisi juga memperingatkan bahwa peserta yang tetap berunjuk rasa dapat ditangkap. Meski demikian, pimpinan CJP menegaskan akan meneruskan aksi untuk menyuarakan penolakan terhadap revisi daftar pemilih.
Untuk mengantisipasi kerumunan, aparat kepolisian dan personel paramiliter dikerahkan dalam jumlah besar. Sejumlah stasiun metro ditutup, beberapa perjalanan kereta menuju New Delhi dibatalkan, dan layanan internet di area sekitar lokasi demonstrasi dihentikan sementara.
Persoalan daftar pemilih telah menjadi sumber perselisihan antara pemerintah dan kelompok oposisi di India. Sejumlah partai oposisi selama ini menuduh pemerintahan Modi berupaya memengaruhi hasil pemilu melalui perubahan daftar pemilih.
Ketua KPU Gyanesh Kumar belum memberikan komentar terkait demonstrasi dan penangkapan tersebut, berdasarkan laporan yang menjadi sumber berita ini.
Di sisi lain, KPU dan BJP menolak tuduhan manipulasi. BJP menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Modi ditopang oleh popularitas perdana menteri dan pertumbuhan ekonomi India. Partai itu juga menuding oposisi menyampaikan klaim menyesatkan setelah gagal memenangkan pemilu.
Situasi ini menambah ketegangan politik di India, terutama terkait transparansi proses pemilu dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyelenggara pemilihan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |