
TEPIBARAT - Aktivitas panen zaitun warga Palestina di Desa Deir Abu Mishal, dekat Ramallah, diwarnai bentrokan pada Sabtu (10/10/2026). Pasukan Israel dilaporkan menembakkan gas air mata ketika petani Palestina dan aktivis asing berada di kebun zaitun milik warga.
Peristiwa tersebut membuat sejumlah orang berlarian menjauhi lokasi. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, beberapa warga dan jurnalis mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Foto-foto yang dirilis Reuters memperlihatkan kepulan asap gas air mata di sekitar kebun, sementara para petani berusaha menyelamatkan diri dari area bentrokan.
Musim panen zaitun merupakan periode penting bagi masyarakat Palestina, terutama warga yang menggantungkan penghasilan dari hasil perkebunan. Namun, kegiatan pertanian di sejumlah wilayah Tepi Barat kerap berlangsung dalam situasi keamanan yang tegang.
Di Desa Deir Abu Mishal, bentrokan dilaporkan terjadi antara pemukim Israel dan warga Palestina yang tengah memanen zaitun. Kehadiran pasukan Israel serta penggunaan gas air mata menambah ketegangan di lokasi.
Dokumentasi foto menunjukkan sejumlah warga meninggalkan kebun ketika asap menyebar. Dalam foto lainnya, seorang pria Palestina terlihat berjalan di dekat tentara Israel, sementara petani lain berusaha menjauh dari titik bentrokan.
Insiden tersebut juga berdampak pada warga dan pekerja media yang berada di sekitar lokasi. Laporan yang dikutip CNBC Indonesia menyebutkan bahwa sejumlah warga dan jurnalis mengalami luka-luka.
Meski demikian, informasi mengenai jumlah korban, tingkat cedera, serta identitas pihak yang terluka belum dirinci dalam laporan tersebut.
Peristiwa di Deir Abu Mishal kembali menyoroti tantangan yang dihadapi petani Palestina dalam menjalankan aktivitas pertanian di Tepi Barat. Selain menjadi sumber mata pencaharian, kebun zaitun juga memiliki nilai ekonomi dan sosial yang penting bagi keluarga setempat.
Bentrokan saat musim panen berpotensi mengganggu kegiatan pertanian dan menambah kekhawatiran warga terhadap keselamatan mereka ketika bekerja di lahan.
Situasi di lokasi tersebut menjadi perhatian di tengah konflik berkepanjangan di wilayah Palestina. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan insiden dan kondisi korban masih diperlukan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai peristiwa tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |