
KYIV - Rusia kembali melancarkan serangkaian serangan udara ke sejumlah wilayah Ukraina pada Rabu (7/10/2026). Serangan menggunakan rudal dan drone tersebut menewaskan sedikitnya 28 orang dan menyebabkan sekitar 100 lainnya terluka.
Korban jiwa terbanyak dilaporkan berada di Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina bagian utara. Sebuah rudal Rusia menghantam gedung hunian lima lantai di kota tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 19 orang tewas dalam serangan di Pryluky, termasuk lima anak-anak. Sekitar 55 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Zelensky mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu serangan paling berat yang terjadi selama perang. Serangan itu juga berlangsung bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut Zelensky, Rusia meluncurkan sekitar 70 rudal dalam serangan malam hari, termasuk sejumlah rudal balistik berkecepatan tinggi. Serangan tersebut juga disertai puluhan drone Shahed.
Tim penyelamat dikerahkan ke Pryluky untuk mencari korban di antara reruntuhan bangunan. Alat berat dan tangga digunakan dalam proses evakuasi dan pencarian.
Wakil Wali Kota Pryluky, Danylo Savenko, mengatakan kerusakan terjadi di sejumlah bagian kota, terutama kawasan pusat.
Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil mencegat lebih dari 80 persen dari 46 drone bermesin jet yang diluncurkan Rusia.
Angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya, ketika Ukraina mengklaim rata-rata hanya mampu menjatuhkan sekitar 50 hingga 60 persen drone jenis tersebut.
Meski pertahanan udara Ukraina disebut berhasil menghadang sebagian besar drone, Zelensky mengatakan rudal balistik masih menjadi ancaman serius.
Ukraina terus berupaya memperoleh sistem pertahanan udara Patriot untuk memperkuat kemampuan menghadapi rudal berkecepatan tinggi.
Di tengah meningkatnya serangan, Uni Eropa juga disebut mengalokasikan dana baru sebesar 1,2 miliar euro atau sekitar Rp24,2 triliun untuk mendukung kebutuhan pertahanan Ukraina.
Serangan tersebut turut memicu kepanikan di Kyiv. Sejumlah warga memilih berlindung di stasiun metro setelah mendapat peringatan mengenai potensi serangan besar.
Seorang warga Kyiv, Lesia (49), mengatakan stasiun metro dianggap lebih aman dibandingkan berada di dalam gedung bertingkat saat serangan rudal berlangsung.
Serangan terbaru ini kembali menunjukkan tingginya intensitas konflik Rusia-Ukraina, sementara upaya pertahanan udara Ukraina terus diuji oleh kombinasi serangan rudal dan drone.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |