
DAMMAM - Serangan yang menghantam Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, pada Rabu (21/10/2026), menewaskan satu orang dan menyebabkan delapan lainnya terluka. Insiden ini menambah ketegangan keamanan di kawasan Teluk di tengah meningkatnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan para korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah korban dilaporkan mengalami cedera dengan tingkat keparahan berbeda.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengumumkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan di area bandara tersebut.
Insiden ini terjadi hanya berselang dua hari setelah fasilitas energi milik Arab Saudi di ladang minyak Shaybah, yang dikelola Aramco, menjadi sasaran serangan drone. Peristiwa itu juga menimbulkan korban jiwa.
Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan dua pekerja asing meninggal dunia dalam insiden tersebut. Korban masing-masing merupakan warga Filipina dan Nepal, sedangkan dua pekerja lainnya mengalami luka-luka.
“Percobaan serangan itu telah menyebabkan dua orang tewas yaitu satu warga Filipina, dan satu warga Nepal, dan dua lainnya mengalami luka-luka,” demikian keterangan kementerian yang dikutip Arab News.
Dua pekerja yang terluka diketahui merupakan warga India dan Pakistan.
Rentetan insiden tersebut berlangsung di tengah memburuknya hubungan militer Arab Saudi dengan kelompok Houthi, yang menguasai sebagian wilayah Yaman. Aksi saling serang turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan keamanan infrastruktur strategis.
Pada pekan sebelumnya, serangan terhadap dua bandara internasional di Arab Saudi dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan sejumlah lainnya terluka. Kelompok Houthi disebut mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas operasi militer Saudi di wilayah Yaman.
Serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil itu menuai kecaman dari Arab Saudi dan komunitas internasional. Aksi tersebut dinilai memperbesar ancaman keamanan regional sekaligus mempersulit upaya mewujudkan perdamaian di Yaman.
Konflik ini berakar dari keterlibatan Arab Saudi dalam koalisi militer yang memerangi kelompok Houthi di Yaman. Dalam perkembangannya, aksi saling balas semakin mengancam fasilitas penting, mulai dari infrastruktur energi hingga transportasi udara.
Situasi tersebut membuat stabilitas kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan, terutama karena serangan yang menyasar fasilitas vital berisiko menimbulkan korban jiwa dan memperluas dampak konflik terhadap masyarakat sipil.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |