ESC : ( Tutup Form )

Serangan Udara di Myanmar Tewaskan 11 Warga Sipil, Anak-anak Jadi Korban


Minggu, 18  Oktober  2026 - 20:07 WIB

Serangan Udara di Myanmar Tewaskan 11 Warga Sipil, Anak-anak Jadi Korban
Foto Berita

YANGON - Serangan udara yang diduga dilancarkan militer Myanmar menghantam sebuah desa di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat (16/10/2026). Insiden di tengah konflik bersenjata yang berkepanjangan itu dilaporkan menewaskan 11 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.


Dikutip dari laporan AFP pada Minggu (18/10/2026), serangan berlangsung di wilayah Yesagyo yang disebut berada di bawah kendali kelompok perlawanan People's Defence Forces (PDF).


Salah seorang anggota PDF, Bo Paw, menyampaikan bahwa serangan terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Sebelas orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri atas enam perempuan dan dua anak-anak, termasuk seorang balita berusia satu tahun.


Hingga laporan tersebut diterbitkan, pihak militer Myanmar belum memberikan keterangan karena belum berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapan.


Seorang saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan menggambarkan kerusakan parah setelah serangan terjadi. Menurut kesaksiannya, sedikitnya tiga rumah hancur akibat bom yang jatuh di kawasan permukiman dekat jalan.


Saksi tersebut juga menyebut korban meninggal di lokasi kejadian. Salah satu korban dilaporkan merupakan pelajar berusia 11 tahun yang tengah mengendarai sepeda ketika serangan berlangsung.


Peristiwa ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi masyarakat sipil di tengah pertempuran antara militer Myanmar dan kelompok-kelompok perlawanan bersenjata.


Myanmar masih dilanda perang saudara sejak militer mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 2021. Pengambilalihan tersebut menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian.


Setelah kudeta, kelompok People's Defence Forces terbentuk bersama sejumlah kelompok bersenjata etnis minoritas yang telah lama menentang pemerintahan pusat. Mereka melakukan perlawanan terhadap junta militer di berbagai wilayah.


Meski kelompok perlawanan sempat mencatat kemajuan dalam menghadapi pasukan pemerintah, situasi di sejumlah daerah terus berubah. Pasukan PDF kini dilaporkan menghadapi tekanan militer di kawasan sekitar Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.


Lembaga pemantau konflik Armed Conflict Location & Event Data (ACLED) memperkirakan lebih dari 100.000 orang telah meninggal dunia sejak perang saudara Myanmar dimulai.


Angka tersebut menggambarkan besarnya dampak konflik terhadap penduduk dan kondisi keamanan negara itu. Serangan di wilayah Yesagyo menambah daftar insiden yang menimbulkan korban sipil selama konflik berlangsung.


Di tengah berlanjutnya pertempuran, perlindungan warga sipil tetap menjadi persoalan mendesak. Kerusakan rumah dan jatuhnya korban di kawasan permukiman memperlihatkan bagaimana masyarakat biasa turut menanggung dampak konflik bersenjata.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com