
KABUL - Bank Sentral Afghanistan resmi melarang masuknya mata uang Iran dan Pakistan ke wilayah negara tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi mata uang nasional, afghani.
Kebijakan itu diumumkan kepada para pelaku usaha, perusahaan transportasi, penukar uang, hingga pelancong yang melakukan aktivitas lintas batas dengan negara tetangga. Otoritas moneter Afghanistan meminta seluruh transaksi di dalam negeri lebih mengutamakan penggunaan afghani.
Juru bicara Bank Sentral Afghanistan, Haseebullah Noori, menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan meningkatkan penggunaan mata uang nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam aktivitas perdagangan.
Menurutnya, penggunaan afghani secara lebih luas diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi kawasan.
Selama ini, toman Iran dan rupee Pakistan masih digunakan di sejumlah wilayah perbatasan Afghanistan, terutama dalam transaksi perdagangan lintas negara. Kondisi tersebut membuat peredaran mata uang asing cukup signifikan di beberapa daerah.
Sejumlah pengamat ekonomi menilai kebijakan baru ini berpotensi memberikan dampak positif apabila diterapkan secara konsisten. Penguatan penggunaan afghani dinilai dapat membantu mengurangi volatilitas pasar valuta asing dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional.
Analis ekonomi Sayed Masoud menilai afghani saat ini memiliki posisi yang relatif kuat dibandingkan beberapa mata uang negara tetangga. Karena itu, upaya menjaga stabilitas dan memperluas penggunaannya dianggap sebagai langkah strategis bagi perekonomian Afghanistan.
Pandangan serupa disampaikan analis ekonomi Shamsurrahman Ahmadzai yang menyebut kebijakan tersebut seharusnya sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, ia menilai keputusan tersebut masih relevan untuk memperkuat kredibilitas afghani di tingkat regional maupun internasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, stabilitas nilai afghani kerap menjadi salah satu indikator ekonomi yang disorot pemerintah Afghanistan. Otoritas setempat menilai kestabilan mata uang nasional merupakan faktor penting dalam mendukung aktivitas perdagangan dan menjaga daya tahan ekonomi negara.
Dengan diberlakukannya aturan baru ini, pemerintah berharap penggunaan afghani semakin dominan dalam transaksi domestik dan perdagangan lintas batas sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi Afghanistan dalam jangka panjang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |