ESC : ( Tutup Form )

Afghanistan Larang Peredaran Mata Uang Iran dan Pakistan untuk Perkuat Afghani


Sabtu, 20  Juni  2026 - 09:11 WIB

Afghanistan Larang Peredaran Mata Uang Iran dan Pakistan untuk Perkuat Afghani
Foto Berita

KABUL - Bank Sentral Afghanistan resmi melarang masuknya mata uang Iran dan Pakistan ke wilayah negara tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi mata uang nasional, afghani.


Kebijakan itu diumumkan kepada para pelaku usaha, perusahaan transportasi, penukar uang, hingga pelancong yang melakukan aktivitas lintas batas dengan negara tetangga. Otoritas moneter Afghanistan meminta seluruh transaksi di dalam negeri lebih mengutamakan penggunaan afghani.


Juru bicara Bank Sentral Afghanistan, Haseebullah Noori, menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan meningkatkan penggunaan mata uang nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam aktivitas perdagangan.


Menurutnya, penggunaan afghani secara lebih luas diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi kawasan.


Selama ini, toman Iran dan rupee Pakistan masih digunakan di sejumlah wilayah perbatasan Afghanistan, terutama dalam transaksi perdagangan lintas negara. Kondisi tersebut membuat peredaran mata uang asing cukup signifikan di beberapa daerah.


Sejumlah pengamat ekonomi menilai kebijakan baru ini berpotensi memberikan dampak positif apabila diterapkan secara konsisten. Penguatan penggunaan afghani dinilai dapat membantu mengurangi volatilitas pasar valuta asing dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional.


Analis ekonomi Sayed Masoud menilai afghani saat ini memiliki posisi yang relatif kuat dibandingkan beberapa mata uang negara tetangga. Karena itu, upaya menjaga stabilitas dan memperluas penggunaannya dianggap sebagai langkah strategis bagi perekonomian Afghanistan.


Pandangan serupa disampaikan analis ekonomi Shamsurrahman Ahmadzai yang menyebut kebijakan tersebut seharusnya sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, ia menilai keputusan tersebut masih relevan untuk memperkuat kredibilitas afghani di tingkat regional maupun internasional.


Dalam beberapa bulan terakhir, stabilitas nilai afghani kerap menjadi salah satu indikator ekonomi yang disorot pemerintah Afghanistan. Otoritas setempat menilai kestabilan mata uang nasional merupakan faktor penting dalam mendukung aktivitas perdagangan dan menjaga daya tahan ekonomi negara.


Dengan diberlakukannya aturan baru ini, pemerintah berharap penggunaan afghani semakin dominan dalam transaksi domestik dan perdagangan lintas batas sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi Afghanistan dalam jangka panjang.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com