
MALAYSIA - Pemerintah Malaysia resmi mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar jenis diesel bersubsidi yang akan berdampak langsung pada masyarakat. Kebijakan tersebut ditetapkan oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli rakyat.
Mulai Juli 2026, harga solar subsidi di Malaysia akan turun menjadi 2,10 ringgit per liter atau sekitar Rp 9.030. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level 2,15 ringgit per liter.
Pengumuman ini disampaikan saat kunjungan kerja di wilayah Bintulu dan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam melakukan reformasi subsidi energi secara bertahap.
Dalam kebijakan terbaru ini, pemerintah Malaysia akan menerapkan sistem distribusi subsidi yang lebih terintegrasi menggunakan kartu identitas nasional MyKad. Sistem ini dirancang agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran dan transparan.
Selain diesel, pemerintah juga memastikan harga bahan bakar jenis bensin RON95 bersubsidi tetap stabil di level 1,99 ringgit per liter guna menjaga kestabilan biaya hidup masyarakat.
Langkah penurunan harga solar ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk:
-Meringankan beban masyarakat
- Menjaga stabilitas harga energi domestik
- Menguatkan daya beli di tengah ketidakpastian global
- Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional
Pemerintah Malaysia juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu stabilitas fiskal, karena tetap disertai dengan pengelolaan subsidi yang lebih efisien.
Kementerian Keuangan II Malaysia dijadwalkan akan memberikan rincian teknis pelaksanaan kebijakan ini dalam waktu dekat. Pemerintah menegaskan bahwa skema baru ini merupakan bagian dari reformasi ekonomi jangka panjang.
Dengan kebijakan ini, Malaysia berharap dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan anggaran negara di tengah dinamika harga energi global.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |