
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur pusat data (data center) menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Menurut Airlangga, ekonomi digital memiliki peran strategis untuk membantu Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Ia menilai, keberadaan data center yang kuat akan menjadi faktor penentu perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Indonesia ingin tumbuh lebih dari 8% dan salah satu pengungkitnya adalah digital economy. Kuncinya adalah AI, dan AI itu akan ada kalau infrastrukturnya, data centernya, baik,” ujar Airlangga, Rabu (24/6/2026).
Ia menambahkan, pengembangan industri data center juga berpotensi besar menarik investasi asing, menciptakan lapangan kerja baru, serta menggerakkan sektor pendukung seperti telekomunikasi, energi, dan industri perangkat teknologi.
Airlangga menyebut Indonesia memiliki sejumlah keunggulan untuk mengembangkan industri ini, mulai dari ketersediaan lahan, biaya energi yang kompetitif, hingga potensi sumber energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus memperkuat infrastruktur pendukung agar kebutuhan energi untuk operasional pusat data dapat terpenuhi secara andal di berbagai wilayah Indonesia.
Selain fokus pada data center, pemerintah juga mendorong penguatan industri semikonduktor nasional melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi global ARM dari Inggris dalam pengembangan desain chip.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi pengembangan teknologi masa depan, termasuk internet of things (IoT), kendaraan otonom, hingga komputasi kuantum.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital, pemerintah juga menargetkan pelatihan bagi 15.000 talenta muda di bidang semikonduktor dalam tiga tahun ke depan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) digital Indonesia.
Airlangga menegaskan, pengembangan data center, SDM digital, dan industri semikonduktor harus berjalan beriringan agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi digital global.
Selain itu, Indonesia juga terus memperkuat kerja sama ekonomi digital kawasan melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN yang diharapkan segera disepakati dalam KTT ASEAN mendatang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |