
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyoroti kinerja sektor pariwisata nasional yang dinilai belum cukup kuat dalam persaingan di kawasan Asia Tenggara. Ia meminta Kementerian Pariwisata lebih jujur membaca posisi Indonesia dibanding negara tetangga.
Dalam rapat kerja di Senayan, Novita mengingatkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana agar tidak terlena dengan kenaikan devisa dan jumlah wisatawan mancanegara pada 2025. Menurutnya, capaian tersebut belum tentu mencerminkan daya saing yang sebenarnya.
Salah satu sorotan utama adalah lemahnya konektivitas udara. Ia menilai akses penerbangan internasional masih menjadi faktor penentu utama dalam menarik wisatawan, sehingga perlu menjadi prioritas penguatan kebijakan.
Novita juga menyinggung kabar yang beredar di kawasan ASEAN bahwa Vietnam disebut mulai melampaui Indonesia dalam sektor pariwisata. Karena itu, ia mendorong pemerintah menyajikan data perbandingan yang lebih transparan dan terukur dengan negara-negara kompetitor.
Ia menegaskan, anggaran besar di sektor pariwisata harus memiliki indikator hasil yang jelas, bukan sekadar habis untuk promosi rutin tanpa dampak signifikan pada daya saing.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |