
KABUL - Ekspor saffron Afghanistan ke pasar internasional mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan kualitas produk serta penerapan standar pengemasan yang lebih baik sehingga mampu bersaing di pasar global.
Konsorsium Saffron Afghanistan menyebut produk saffron asal negara itu kini semakin diminati oleh berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, kawasan Eropa, China, dan sejumlah negara di Timur Tengah.
Kepala Konsorsium Saffron Afghanistan, Abdul Khaliq Khodadadi, mengatakan permintaan terhadap saffron Afghanistan terus meningkat karena kualitasnya dinilai memenuhi standar internasional.
Menurutnya, setiap produk yang diekspor terlebih dahulu menjalani proses pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas tetap terjaga.
"Kami melihat perkembangan yang sangat baik dalam ekspor. Banyak pasar internasional membutuhkan saffron Afghanistan karena kualitasnya tinggi, memenuhi standar global, dan selalu melalui pengujian laboratorium sebelum dipasarkan," ujar Abdul Khaliq Khodadadi.
Saffron Afghanistan selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu rempah premium dengan kualitas terbaik di pasar dunia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Investasi Herat, Mohammad Yousuf Amin, mengungkapkan bahwa nilai ekspor saffron Afghanistan mencapai sekitar 4,5 juta dolar Amerika Serikat selama tiga bulan pertama tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa sebanyak 2.900 kilogram saffron berhasil dikirim ke berbagai negara tujuan ekspor dalam periode tersebut.
"Selama tiga bulan pertama tahun ini, sekitar 2.900 kilogram saffron telah diekspor ke pasar internasional dengan nilai mencapai 4,5 juta dolar AS," kata Mohammad Yousuf Amin.
Meski kinerja ekspor mengalami pertumbuhan positif, pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam proses penerimaan pembayaran dari luar negeri.
Kepala Hubungan Luar Negeri Asosiasi Saffron Afghanistan, Abdul Razzaq Pashtun Zarghoni, mengatakan pengiriman dana hasil ekspor masih menjadi tantangan serius bagi eksportir.
Menurutnya, transaksi keuangan internasional tidak dapat dilakukan secara langsung sehingga harus melalui rekening perantara di luar negeri.
"Dana hasil penjualan saffron di pasar internasional tidak dapat dikirim secara langsung ke Afghanistan. Proses transfer harus melalui rekening bank asing dan sering kali memerlukan waktu hingga dua bulan sebelum diterima pemiliknya," jelas Abdul Razzaq Pashtun Zarghoni.
Data Asosiasi Saffron Afghanistan menunjukkan produksi saffron nasional tahun ini telah melampaui 40 ton.
Tanaman rempah bernilai tinggi tersebut saat ini dibudidayakan di lahan seluas sekitar 12.000 hektare yang tersebar di berbagai wilayah Afghanistan.
Industri saffron juga menjadi salah satu sektor pertanian strategis karena mampu menyerap lebih dari 80.000 tenaga kerja, mulai dari proses budidaya hingga panen.
Dengan tren permintaan global yang terus meningkat, saffron diperkirakan akan tetap menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Afghanistan dalam beberapa tahun mendatang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |