
MALAYSIA - Pasar durian di Malaysia tengah mengalami kondisi tidak biasa yang disebut sebagai “tsunami durian”. Fenomena ini terjadi akibat panen raya serentak di sejumlah wilayah utama penghasil, seperti Perak, Penang, dan Johor, yang menyebabkan pasokan buah melonjak tajam di pasar.
Kondisi kelebihan pasokan tersebut membuat harga durian, termasuk varietas populer Musang King, mengalami penurunan signifikan. Beberapa laporan menyebut harga varietas kelas menengah hingga rendah sempat turun hingga sekitar 9 ringgit per kilogram atau setara Rp39.000, jauh di bawah harga normal pada musim sebelumnya.
Menurut asosiasi produsen durian setempat, penurunan harga ini merupakan dampak dari siklus produksi yang meningkat setelah beberapa tahun sebelumnya industri durian mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Situasi ini dianggap sebagai fase penyesuaian alami dalam rantai pasok.
Meski begitu, tidak semua jenis durian terdampak secara sama. Durian kualitas ekspor seperti grade A dan AB masih mampu mempertahankan harga premium, yakni berkisar 30 hingga 40 ringgit per kilogram.
Di sisi konsumen, kondisi ini justru menjadi kabar gembira. Banyak warga memanfaatkan harga yang lebih murah untuk menikmati Musang King yang sebelumnya dianggap sebagai durian premium dengan harga tinggi. Sebagian bahkan rela datang langsung ke daerah produksi untuk mendapatkan harga terbaik.
Para petani dan pelaku usaha juga mulai beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah. Strategi pemasaran baru seperti penjualan langsung melalui media sosial, layanan wisata kebun durian, hingga paket konsumsi di lokasi panen mulai diterapkan untuk mengurangi kelebihan stok.
Pelaku industri memperkirakan tekanan harga masih akan berlangsung hingga akhir musim panen. Namun, durian berkualitas ekspor diprediksi tetap memiliki permintaan stabil di pasar internasional
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |