
JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu kelompok yang berhak menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan tersebut muncul sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan penyakit TBC yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Menurut Budi, jumlah kasus TBC di Indonesia masih mencapai sekitar satu juta kasus setiap tahun dengan angka kematian yang tergolong tinggi. Karena itu, selain pengobatan medis, dukungan nutrisi yang memadai dinilai sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Ia menjelaskan bahwa pasien TBC yang mendapatkan terapi pengobatan disertai pemenuhan kebutuhan gizi memiliki kesempatan lebih besar untuk pulih dibandingkan mereka yang hanya menjalani pengobatan tanpa dukungan asupan nutrisi yang cukup.
Selain mengusulkan pasien TBC sebagai penerima MBG, Budi juga menyoroti pentingnya pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ketiga kelompok tersebut dinilai memiliki kebutuhan gizi yang tinggi karena berkaitan langsung dengan kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
Bagi ibu hamil, kecukupan gizi berperan penting dalam menjaga kesehatan selama kehamilan sekaligus mendukung perkembangan janin. Sementara bagi ibu menyusui, asupan nutrisi yang baik diperlukan agar proses pemberian ASI dapat berlangsung optimal.
Di sisi lain, balita menjadi kelompok prioritas karena berada dalam masa pertumbuhan yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan kemampuan kognitif di masa depan. Kekurangan gizi pada periode tersebut dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak.
Budi mengungkapkan bahwa usulannya telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan mendapat respons yang positif. Ia menilai skema penerima manfaat program MBG masih dapat disesuaikan agar menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.
Pemerintah saat ini juga tengah melakukan pembahasan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat sasaran program. Ke depan, efektivitas MBG akan dievaluasi melalui data kesehatan dan status gizi masyarakat sehingga penyempurnaan kebijakan dapat dilakukan berdasarkan hasil yang terukur.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |