
JAKARTA - Pemerintah menargetkan penyelesaian bertahap persoalan sampah nasional yang selama ini dinilai sudah dalam kondisi darurat. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian utama adalah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan separuh dari persoalan sampah di Indonesia dapat diselesaikan pada 2027, sementara sisanya dituntaskan pada 2028. Khusus untuk Bantargebang, penyelesaian ditargetkan melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Pemerintah berencana memulai pelaksanaan proyek PSEL dalam waktu dekat dengan mengelompokkan wilayah pengelolaan sampah ke dalam sejumlah kawasan aglomerasi. Program ini mencakup sekitar 72 kabupaten dan kota yang akan digabung menjadi lebih dari 20 klaster pengelolaan.
Beberapa wilayah yang masuk dalam prioritas pengembangan antara lain kawasan Bantargebang, Tangerang, Bandung, dan Palembang. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih terintegrasi dan efisien.
Teknologi yang digunakan dalam proyek tersebut adalah insinerator, yang berfungsi mengolah sampah menjadi energi listrik. Teknologi ini telah digunakan di berbagai negara dan dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Bantargebang menjadi salah satu titik krusial karena selama ini menjadi simbol permasalahan pengelolaan sampah terbuka di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa kondisi tersebut telah menimbulkan dampak lingkungan yang luas, mulai dari pencemaran tanah, air, hingga udara.
Selain PSEL, pemerintah juga menyiapkan teknologi lain seperti RDF (Refuse Derived Fuel) dan pirolisis untuk wilayah dengan volume sampah lebih kecil. Pendekatan ini dilakukan agar setiap daerah dapat memiliki solusi pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakteristik masing-masing.
Pemerintah juga menargetkan penyelesaian pengelolaan sampah di fasilitas publik seperti pasar, sekolah, pusat perbelanjaan, dan perkantoran pada 2029. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah nasional yang lebih modern dan berkelanjutan.
Zulkifli Hasan menambahkan bahwa keberhasilan program ini juga berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan sebagai dasar keberlanjutan sektor pangan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang bersih menjadi syarat penting bagi pembangunan jangka panjang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |