ESC : ( Tutup Form )

Dugaan Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan


Sabtu, 12  September  2026 - 19:03 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan
Foto Berita

KARO--Penanganan kasus dugaan keracunan setelah konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memasuki babak baru. Kepolisian Resor Karo kini meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan.


Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan peningkatan status perkara tersebut. Keputusan itu diambil setelah penyidik menemukan indikasi dugaan tindak pidana dalam peristiwa yang berdampak pada ratusan siswa.


"Benar, sudah naik sidik," ujar Pedoman Maha, Jumat (11/9/2026).


Sejauh ini, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui kejadian. Pemeriksaan dilakukan terhadap guru, siswa, hingga dokter rumah sakit yang menangani para korban.


Menurut Pedoman, pemeriksaan saksi masih berlangsung. Setelah seluruh keterangan dinilai cukup, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.


Kasus tersebut bermula pada 13 Agustus 2026 ketika sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program MBG. Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, hingga nyeri perut.


Total 353 siswa dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut. Sebagian korban bahkan harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit, termasuk fasilitas kesehatan di Kota Medan.


Kondisi beberapa siswa juga masih membutuhkan perhatian. Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat terdapat 15 siswa asal Karo yang kembali menjalani rawat inap setelah sebelumnya sempat dinyatakan pulih.


Keluhan yang paling banyak dilaporkan oleh para siswa tersebut berupa nyeri pada bagian perut.


Salah satu korban, Febiona br Purba, juga masih menghadapi masalah kesehatan meski sebelumnya sempat dinyatakan membaik. Siswi SMK Swasta Bersama itu dilaporkan mengalami gangguan ingatan dan kesulitan berbicara.


Febiona telah menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari RSU Kabanjahe, RS Efarina Berastagi, RS Umum Haji Medan, hingga RSUP H Adam Malik.


Dalam sejumlah kesempatan setelah diperbolehkan pulang, kondisi Febiona kembali memburuk dan ia mengalami kejang sehingga harus kembali dibawa ke rumah sakit.


Pemerintah daerah memastikan para siswa terdampak tetap berada dalam pemantauan tenaga kesehatan.


Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut mendatangi sejumlah siswa yang menjalani perawatan ketika berkunjung ke Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026).


Di Rumah Sakit Efarina, Gibran berbincang dengan salah seorang siswa berinisial SV. Siswa tersebut mengeluhkan sakit kepala, sesak, serta nyeri di bagian perut.


SV diketahui menjalani rawat jalan dengan biaya mandiri. Keluarganya kemudian berharap pemerintah dapat memberikan jaminan terhadap biaya pengobatan yang telah dikeluarkan.


Gibran menyatakan pemerintah akan menanggung biaya pengobatan siswa yang terdampak. Pemerintah juga membuka kemungkinan rujukan apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk ke rumah sakit di Medan atau Jakarta.


Dalam kunjungan itu, Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Karo Antonius Ginting.


Selain penanganan medis, pemerintah daerah menyiapkan pendampingan psikologis bagi para siswa. Langkah ini dilakukan karena kondisi yang dialami anak-anak dinilai dapat berpengaruh terhadap pemulihan mereka.


Bobby Nasution telah meminta Dinas Kesehatan dan perangkat daerah terkait untuk menindaklanjuti keluhan para korban beserta keluarga.


Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Faisal Hasrimy mengatakan pendampingan psikologis juga diperlukan untuk membantu kondisi psikis para siswa agar berangsur membaik.


Dinas Kesehatan Kabupaten Karo turut menyediakan layanan call center untuk menampung pengaduan siswa yang masih merasakan keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.


Dalam penanganan kasus tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Kesehatan Sumatera Utara menemukan adanya pelanggaran dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Salah satu temuan berkaitan dengan penyimpanan bahan baku ikan yang akan digunakan sebagai lauk. Bahan tersebut ditemukan tidak disimpan di dalam freezer sebagaimana mestinya.


SPPG yang bersangkutan kemudian ditutup dan tidak diperbolehkan kembali melakukan pelayanan. Kepala SPPG juga dicopot dan dikenai sanksi disiplin.


Selain itu, Kepala BGN Sumatera Utara Agung T Kurniawan diganti dari jabatannya. Penggantian tersebut berlaku sejak 31 Agustus 2026 dan posisinya kemudian diisi Yoga Arizanto, yang sebelumnya menjabat Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Deli Serdang.


Dengan peningkatan status perkara ke tahap penyidikan, polisi kini memiliki ruang yang lebih luas untuk mendalami dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab serta rangkaian kejadian yang menyebabkan ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com