
JAKARTA - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 dapat menembus 6 persen. Bahkan, angka tersebut dinilai berpeluang terlampaui apabila berbagai kebijakan yang disiapkan dapat dijalankan secara optimal.
Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi dan mencapai target tersebut.
“Mudah-mudahan bisa lebih. Kalau melihat apa yang sedang kita siapkan, kalau kita kerja keras, kerja cepat, dan kerja cerdas, insya Allah mungkin malah bisa sedikit lebih dari 6 persen,” ujar Drajad kepada wartawan, dikutip Kamis (8/10/2026).
Menurut Drajad, pemerintah akan memanfaatkan berbagai instrumen, mulai dari stimulus, standardisasi hingga dukungan data statistik. Seluruh kebijakan tersebut akan diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi pada 2027.
“Pokoknya semuanya kita pakai. Kita manfaatkan untuk mendorong pertumbuhan supaya target 6 persen pada 2027 tercapai,” katanya.
Pemerintah juga telah memetakan sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi, baik pada kuartal IV 2026 maupun sepanjang 2027.
Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian. Selain itu, industri pengolahan juga dipandang memiliki kontribusi penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejumlah program stimulus yang sebelumnya telah diumumkan pemerintah akan terus dioptimalkan. Program tersebut antara lain subsidi upah, pembukaan rekening, program magang, hingga bantuan pangan.
Drajad mengatakan berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dukungan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi secara lebih luas.
Selain memberikan stimulus, pemerintah berupaya menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dengan mengurangi berbagai hambatan yang dihadapi sektor swasta.
Drajad menilai dunia usaha memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah akan mengidentifikasi persoalan yang dapat menghambat investasi maupun kegiatan operasional perusahaan.
Hambatan tersebut antara lain berkaitan dengan proses perizinan serta ketidaksinkronan kebijakan antarinstansi.
“Tugas saya sekarang membantu Pak Menko supaya hambatan-hambatan bagi swasta, baik untuk investasi maupun operasi mereka, itu bisa kita kurangi,” ujar Drajad.
Pemerintah, lanjut dia, akan terus mengidentifikasi berbagai kendala tersebut agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan lebih lancar.
Dengan kombinasi stimulus, penguatan sektor produktif, serta pengurangan hambatan investasi, pemerintah berharap target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dapat tercapai, bahkan berpotensi lebih tinggi.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |