
BANJARMASIN - Tim SAR gabungan kembali menemukan korban di dalam bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Pada operasi hari ke-10, penyelam berhasil membuka akses menuju sejumlah kamar penumpang setelah memecahkan kaca jendela kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan pencarian kini dipusatkan di bagian dalam kapal, terutama area kamar penumpang. Dari penyisiran tersebut, tim menemukan sejumlah korban yang masih berada di dalam ruangan.
Beberapa korban yang telah terlihat sempat berusaha dievakuasi menggunakan tali. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena diduga terdapat korban yang terjepit di dalam bangkai kapal.
"Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal," ujar Putu dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa malam.
Akses menuju beberapa kamar dibuka oleh penyelam dari tim gabungan yang melibatkan Basarnas Special Group (BSG), Kopaska, Pangkoarmada II TNI AL, PT Jasalindo, serta unsur terkait lainnya.
Sebelumnya, pada Selasa pagi, tim penyelam berhasil mengangkat tiga korban meninggal dunia dari dalam kapal. Namun, proses evakuasi korban lainnya harus dihentikan ketika kondisi bawah laut memburuk.
Arus yang semakin kuat dan jarak pandang yang terganggu akibat air keruh membuat penyelam kesulitan melanjutkan proses evakuasi.
Putu mengatakan operasi akan diteruskan pada Rabu pagi hingga sore. Tim berharap kondisi cuaca dan arus laut lebih mendukung sehingga proses pengambilan korban dari dalam kapal dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Penyisiran selanjutnya akan diarahkan ke kompartemen kamar penumpang, baik kelas ekonomi maupun eksekutif. Setelah itu, tim akan mempertimbangkan pemeriksaan kendaraan yang berada di dalam kapal apabila situasi dinilai aman.
Posisi kapal yang sudah tidak normal membuat kendaraan di dalamnya berada dalam kondisi bertumpuk. Karena itu, keselamatan penyelam tetap menjadi pertimbangan utama selama operasi berlangsung.
Hingga Selasa pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 126 orang dari total 243 penumpang dalam manifes telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang berhasil diselamatkan dan 18 orang meninggal dunia. Sementara itu, 117 orang lainnya masih dalam pencarian.
Di sisi lain, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin berhasil mengidentifikasi lima jasad yang ditemukan sejak Minggu, 20 September 2026.
Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol dr Much Sofwan mengatakan kelima korban tersebut berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Lima korban yang telah teridentifikasi masing-masing adalah Anas, 45 tahun, asal Bangkalan; Bagus Mahendra, 20 tahun, asal Klaten; Aldo Nurahmansyah, 19 tahun, asal Surakarta; Jumbrik, 52 tahun, asal Lamongan; serta I Putu Angga Santyana, 28 tahun, asal Cakranegara, Kota Mataram.
Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan sejumlah ciri medis dan barang milik korban, termasuk data gigi.
Dengan tambahan lima identifikasi tersebut, total korban meninggal yang telah diketahui identitasnya mencapai 14 orang. Empat jasad lainnya masih menunggu proses identifikasi melalui pemeriksaan DNA yang dikirim ke Jakarta.
Polda Kalimantan Selatan juga mengimbau keluarga korban yang membutuhkan informasi dapat mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Bagi keluarga yang berada di luar daerah, proses pemulangan jenazah nantinya akan dibantu pihak terkait, termasuk perusahaan kapal dan Jasa Raharja.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |