ESC : ( Tutup Form )

Lembaga Singapura Prediksi Ancaman Kabut Asap Tinggi di Asia Tenggara


Kamis, 25  Juni  2026 - 05:51 WIB

Lembaga Singapura Prediksi Ancaman Kabut Asap Tinggi di Asia Tenggara
Foto Berita

JAKARTA - Asia Tenggara diperkirakan menghadapi risiko kabut asap lintas batas yang meningkat hingga penghujung 2026. Peringatan tersebut disampaikan Singapore Institute of International Affairs (SIIA) melalui laporan tahunan Haze Outlook 2026 yang menempatkan tingkat risiko pada kategori tertinggi atau "merah".


Dalam laporan tersebut, SIIA memperkirakan periode paling rawan terjadi pada Agustus hingga September mendatang. Kondisi cuaca yang lebih panas dan kering akibat fenomena El Nino disebut berpotensi memicu peningkatan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah kawasan.


Negara-negara yang diperkirakan terdampak meliputi Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei. Menurut SIIA, ini merupakan kedua kalinya lembaga tersebut menetapkan status risiko tertinggi sejak laporan tahunan mulai diterbitkan pada 2019. Sebelumnya, peringatan serupa pernah dikeluarkan pada 2023.


Laporan itu mengingatkan bahwa kabut asap yang terjadi pada 2023 dipicu oleh melonjaknya titik panas di sejumlah wilayah Sumatera ketika El Nino menyebabkan cuaca kering berkepanjangan. Kebakaran hutan dan lahan gambut menjadi sumber utama asap yang menyebar ke negara-negara tetangga.


Selain faktor cuaca, SIIA menilai situasi geopolitik global juga dapat memperburuk risiko kebakaran. Gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz berpotensi meningkatkan biaya produksi pertanian akibat kenaikan harga bahan bakar dan pupuk. Kondisi tersebut dikhawatirkan mendorong sebagian pelaku usaha membuka lahan dengan metode pembakaran yang lebih murah namun merusak lingkungan.


Indonesia mendapat perhatian khusus dalam laporan tersebut. SIIA menilai pemerintah akan menghadapi musim kemarau berisiko tinggi di tengah tekanan penghematan anggaran dan ketidakpastian ekonomi global.


Laporan itu juga menyoroti adanya kekhawatiran terkait ketersediaan anggaran penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Beberapa pemerintah daerah serta instansi terkait disebut telah mengingatkan bahwa pendanaan pengelolaan kebakaran berada di bawah tekanan akibat kebijakan efisiensi belanja.


Ketua SIIA, Simon Tay, menegaskan bahwa berbagai langkah pencegahan masih dapat dilakukan untuk menghindari skenario terburuk. Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan iklim, energi, dan pangan harus berjalan seiring dengan penerapan praktik usaha yang berkelanjutan.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar keberlanjutan di seluruh rantai pasok, termasuk bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang menghadapi tantangan ekonomi semakin berat.


Sebagai langkah mitigasi, SIIA mendorong Pusat Koordinasi Pengendalian Polusi Asap Lintas Batas ASEAN untuk meningkatkan koordinasi kebijakan antarnegara. Penguatan sistem pemantauan berbasis data ilmiah dan citra satelit juga dinilai penting guna mengantisipasi potensi kabut asap di kawasan.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com