
JAKARTA - Indonesia dan Mesir membuka peluang untuk memperluas kerja sama di bidang kebudayaan. Hal tersebut dibahas Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat bertemu Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Elshemy, di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan tersebut membicarakan sejumlah bidang potensial, mulai dari pengembangan museum, pelestarian warisan budaya, pertukaran seni, hingga penguatan kerja sama bahasa.
Kedua pihak juga membahas peluang Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam Pameran Buku Internasional Kairo pada 2028. Agenda tersebut dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sastra dan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Mesir.
Fadli mengatakan pengalamannya saat berkunjung ke Mesir memperlihatkan adanya banyak peluang pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan museum dan pelestarian warisan budaya.
"Kunjungan ke Mesir kembali menegaskan pentingnya kerja sama kebudayaan, khususnya dalam pengembangan museum dan pelestarian warisan budaya. Kita melihat banyak ruang untuk saling bertukar pengalaman, pengetahuan, serta mengembangkan kerja sama yang lebih konkret," kata Fadli dalam keterangan tertulis.
Selain kerja sama kelembagaan, Fadli menyoroti keberadaan komunitas pelajar Indonesia di Mesir. Jumlah pelajar Indonesia di negara tersebut diperkirakan mencapai 23.000 orang dan berpotensi terus bertambah.
Menurut Fadli, para pelajar tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan budaya kedua negara melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, pertukaran budaya, maupun kegiatan kemasyarakatan.
"Jumlah pelajar Indonesia di Mesir merupakan kekuatan yang sangat penting. Mereka bukan hanya bagian dari komunitas pendidikan, tetapi juga dapat menjadi basis untuk berbagai kegiatan kebudayaan, seminar, dan pertukaran antara masyarakat Indonesia dan Mesir," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Duta Besar Mesir Yasser Elshemy juga menyambut rencana keterlibatan Indonesia sebagai tamu kehormatan Pameran Buku Internasional Kairo.
Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam agenda tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya sastra sekaligus kekayaan budaya Indonesia di Mesir.
Kerja sama kedua negara juga diarahkan pada berbagai bentuk kegiatan kebudayaan. Yasser menyampaikan kesiapan Mesir untuk memperluas kolaborasi dengan Indonesia melalui bidang musik, cerita rakyat, seminar, dan pameran.
"Sangat penting bagi kita untuk mendorong hal ini karena kita berbicara tentang dua peradaban besar dan dua budaya besar," ujar Yasser.
Fadli yang juga menjabat Ketua Komisi Nasional UNESCO menilai kerangka UNESCO dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara, khususnya dalam bidang pelestarian warisan budaya.
Kementerian Kebudayaan selanjutnya berkomitmen mendorong program bersama yang dapat memperluas pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta kreativitas antara masyarakat Indonesia dan Mesir.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung pada tingkat pemerintah, tetapi juga melibatkan seniman, akademisi, pelajar, serta komunitas budaya dari kedua negara.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |