
PROBOLINGGO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar serius. Kedua korban selamat saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.
Insiden yang terjadi pada Kamis (15/10/2026) itu menimpa petugas dan relawan yang sedang berupaya memadamkan api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Empat korban meninggal dunia terdiri atas tiga petugas TNBTS, yakni Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony, serta Sefriel Ardiansyah, pekerja hotel di Artotel Bromo.
Sementara itu, dua korban luka bakar serius diketahui bernama Munawi dan Suraji. Keduanya sebelumnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, sebelum dirujuk ke Surabaya.
Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, menjelaskan bahwa kedua pasien tiba di rumah sakit pada Kamis malam.
Pasien pertama masuk instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 20.45 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis hingga menjalani operasi. Adapun pasien kedua tiba pada pukul 21.36 WIB dan masih menjalani observasi untuk menentukan tindakan medis selanjutnya.
“Pasien yang pertama diterima di IGD pukul 20.45 WIB. Sudah dilaksanakan operasi pada dini hari dan hingga saat ini masih berlangsung operasinya,” kata Niken, Jumat.
Terkait kejadian tersebut, Bupati Probolinggo Muhammad Haris menyampaikan bahwa sebanyak 12 orang yang terdiri atas petugas dan relawan berangkat melakukan pemadaman dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP).
Namun, situasi berubah ketika api meluas dan arah angin berganti dengan cepat. Kondisi tersebut menyebabkan tim terpisah dan enam orang terjebak di tengah kebakaran.
Menurut Haris, tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Tongas.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo, lanjutnya, akan menanggung biaya pengobatan dua korban yang mengalami luka bakar serius. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak TNBTS untuk mendukung penanganan korban.
Haris turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran.
“Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan Pemkab Probolinggo untuk relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo,” ujarnya.
Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, rombongan yang terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan karyawan hotel berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB untuk membantu pemadaman.
Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas menerima informasi mengenai sejumlah orang yang diduga terjebak di area kebakaran. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan enam korban, empat di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar serius.
Polda Jawa Timur kini mendalami penyebab kebakaran serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan para petugas dan relawan menjadi korban. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan guna melengkapi penyelidikan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |