ESC : ( Tutup Form )

Pariwisata Flores Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Warga Pascagempa, Program Camino Dimulai Oktober


Selasa, 13  Oktober  2026 - 20:57 WIB

Pariwisata Flores Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Warga Pascagempa, Program Camino Dimulai Oktober
Foto Berita

JAKARTA - Pengembangan sektor pariwisata dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan kembali perekonomian masyarakat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah wilayah tersebut terdampak gempa bumi pada Agustus 2026.


Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, penyelenggaraan kegiatan wisata berbasis perjalanan spiritual, budaya, dan sejarah berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Salah satu program yang disiapkan adalah Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores.


Program ini dirancang untuk menghubungkan berbagai destinasi di daratan Flores, mulai dari situs keagamaan, desa wisata, kawasan alam, hingga kegiatan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.


Menurut Widiyanti, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong persebaran kunjungan wisatawan ke lebih banyak kabupaten, sehingga manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya terkonsentrasi di satu daerah.


Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026).


Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menjadwalkan proyek percontohan Camino de Flores Etape Tengah pada 23–27 Oktober 2026.


Dalam kegiatan tersebut, sekitar 70 peserta dari komunitas karitatif akan menempuh perjalanan sepanjang kurang lebih 70 kilometer melalui rute Bajawa–Boawae–Ende.Perjalanan ini menggabungkan pengalaman spiritual dengan pengenalan sejarah, tradisi, serta potensi wisata lokal di sepanjang jalur yang dilalui.


Setelah pelaksanaan etape tengah, pengembangan program direncanakan berlanjut ke Etape Barat dengan rute Labuan Bajo–Ruteng dan Etape Timur melalui jalur Maumere–Larantuka. Program juga diarahkan untuk mencakup seluruh etape di Flores.


Widiyanti menjelaskan, proyek percontohan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan destinasi wisata, tetapi juga menguji kesiapan teknis, operasional, dan kelembagaan, termasuk keterlibatan para pemangku kepentingan di daerah.


Hasil evaluasi akan digunakan untuk menyusun rute akhir, standar kelayakan, serta profil risiko sebagai dasar pengembangan paket wisata yang berkelanjutan.


Mengangkat Tradisi dan Potensi Ekonomi LokalInisiator Camino de Flores, Mari Elka Pangestu, mengatakan bahwa gagasan tersebut terinspirasi dari Camino de Santiago de Compostela, jalur ziarah terkenal di Spanyol.


Melalui konsep serupa, wisatawan diharapkan dapat menikmati perjalanan yang tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat Flores.


Berbagai unsur lokal, seperti spiritualitas, ritual keagamaan, tradisi, kesenian, kuliner, dan bentang alam, menjadi bagian dari pengalaman perjalanan tersebut.


Flores sendiri memiliki sejumlah daya tarik wisata religi, termasuk perayaan Semana Santa dan Festival Golokoe. Kekayaan budaya tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai bagian dari promosi pariwisata daerah.


Peningkatan kunjungan wisatawan juga berpotensi membuka pasar bagi usaha masyarakat, mulai dari penyediaan penginapan, jasa perjalanan, kuliner, hingga penjualan produk unggulan setempat.


Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menilai pengembangan Camino de Flores dapat memperkuat daya tarik wisata Flores dan mendorong pertumbuhan kunjungan ke berbagai wilayah di pulau tersebut.


Selain mempersiapkan rute perjalanan, pemerintah juga menyusun dokumen penilaian risiko dan rencana tanggap darurat untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.


Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF menyiapkan sejumlah langkah keselamatan, termasuk penempatan petugas pengarah perjalanan atau road marshal, pos kesehatan, penyediaan air minum bergerak, serta mitigasi terhadap perubahan cuaca dan kondisi jalur dengan elevasi yang menantang.


Pengelolaan kegiatan juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten yang dilalui rute, keuskupan di Flores, hingga komunitas lokal.


Koordinasi lintas wilayah tersebut diperlukan agar pelaksanaan perjalanan berjalan sesuai standar keselamatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


Melalui pengembangan Camino de Flores, pemerintah berharap pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak pemulihan ekonomi Flores setelah gempa. Keberhasilan program ini akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, pengelolaan risiko, partisipasi masyarakat, dan kemampuan mengembangkan potensi lokal menjadi layanan wisata yang berkelanjutan.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com