ESC : ( Tutup Form )

Sekitar 570 Pemukim Israel Dilaporkan Masuk Kompleks Al Aqsa Saat Yom Kippur


Senin, 21  September  2026 - 23:32 WIB

Sekitar 570 Pemukim Israel Dilaporkan Masuk Kompleks Al Aqsa Saat Yom Kippur
Foto Berita

YERUSALEM - Sekitar 570 pemukim Israel dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur pada Minggu (20/9/2026), bertepatan dengan dimulainya perayaan Yom Kippur.


Menurut pernyataan otoritas kegubernuran Yerusalem, para pemukim memasuki area pelataran kompleks tersebut dengan pengawalan aparat keamanan Israel. Mereka disebut melakukan ritual doa Yahudi di dalam kawasan tersebut.


Laporan itu menyebut aktivitas tersebut berlangsung ketika Yom Kippur, hari penting dalam kalender keagamaan Yahudi, dimulai pada Minggu sore dan berlangsung hingga Senin sore.


Insiden tersebut terjadi sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sejumlah menteri, serta ribuan pemukim Israel dilaporkan berada di kawasan Tembok Ratapan di Yerusalem Timur.


Dalam sejumlah rekaman yang beredar, Netanyahu terlihat menjalankan ritual dari balik kaca antipeluru. Rekaman lainnya memperlihatkan Netanyahu bersama istrinya, Sara Netanyahu, berada di salah satu terowongan yang berada di bawah kawasan Tembok Ratapan ketika doa Yahudi berlangsung.


Netanyahu dalam salah satu video menyampaikan pernyataan mengenai keberadaan mereka di kawasan bawah tanah tersebut.


“Kami berada di terowongan dekat Tembok Al Buraq. Ini adalah langkah untuk menyentuh batu fondasi keberadaan kita. Kami berada sangat dekat dengan Ruang Mahakudus. Kami ada di sini, dan kami akan selamanya tetap di sini,” kata Netanyahu, sebagaimana dikutip Al Jazeera.


Kegiatan tersebut mendapat kecaman dari Hamas. Kelompok Palestina itu menilai kunjungan Netanyahu ke terowongan dan area penggalian di sekitar kompleks Al Aqsa serta Tembok Al Buraq sebagai tindakan yang dianggap mengubah status situs suci tersebut.


Hamas juga mempersoalkan pernyataan Netanyahu terkait kawasan yang mereka sebut sebagai Ruang Mahakudus.


Dalam pernyataannya, Hamas menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi yang dinilai melukai perasaan masyarakat Palestina serta umat Islam dan masyarakat Arab.


Kelompok tersebut sekaligus menegaskan klaimnya mengenai status warisan Islam di kompleks Al Aqsa dan menolak aktivitas penggalian yang dilakukan Israel di sekitar bagian bawah situs tersebut.


Rangkaian aktivitas tersebut berlangsung di tengah perhatian terhadap akses dan kegiatan keagamaan di kompleks Al Aqsa, salah satu situs paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.


Laporan mengenai masuknya pemukim dan kegiatan ritual di kawasan tersebut muncul bersamaan dengan perayaan Yom Kippur, yang menjadi salah satu hari paling penting dalam kalender Yahudi.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com