ESC : ( Tutup Form )

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan Lebih dari 4.200 Orang, Penyebaran Capai Kenya


Senin, 12  Oktober  2026 - 19:10 WIB

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan Lebih dari 4.200 Orang, Penyebaran Capai Kenya
Foto Berita

BENI - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus meluas dan menjangkau wilayah yang sebelumnya belum terdampak. Penyebaran penyakit ini juga menjadi perhatian negara-negara di sekitarnya setelah Kenya melaporkan kasus pertama yang berkaitan dengan penularan dari luar negeri.


Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga 6 Oktober 2026, Kongo mencatat 8.728 kasus Ebola terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.205 pasien meninggal dunia, sedangkan 2.269 orang lainnya dilaporkan telah pulih.


Mengutip laporan Al Jazeera yang diberitakan pada Minggu (11/10/2026), wabah kali ini disebabkan oleh virus Bundibugyo, salah satu spesies virus yang dapat memicu penyakit Ebola.


WHO melaporkan bahwa kasus infeksi telah ditemukan di 64 zona kesehatan yang tersebar di tujuh provinsi di Kongo.


Provinsi Ituri masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus kumulatif tertinggi. Sementara itu, Provinsi North Kivu menunjukkan peningkatan proporsi kasus baru, menandakan penyebaran masih menjadi tantangan bagi upaya penanganan wabah.


Dalam laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, WHO mengonfirmasi bahwa virus telah mencapai zona kesehatan Alimbongo di North Kivu. Sebelumnya, wilayah tersebut belum mencatat kasus Ebola.


Hingga 6 Oktober, empat kasus telah dikonfirmasi di daerah tersebut. Dua pasien di antaranya dilaporkan meninggal dunia.


Secara keseluruhan, tingkat kematian kasar di Kongo berdasarkan jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 48,2 persen. Angka ini menggambarkan besarnya dampak wabah terhadap pasien yang tercatat, meskipun tingkat kematian dapat berubah seiring perkembangan kasus dan ketersediaan data terbaru.


Perkembangan wabah turut menjadi perhatian regional setelah Kenya mengonfirmasi kasus pertama yang berasal dari luar negeri pada 6 Oktober 2026.


Menurut laporan WHO yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, pasien merupakan warga negara Kenya yang sebelumnya tinggal di Kongo. Ia mulai mengalami gejala ketika masih berada di negara tersebut dan sempat memperoleh perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.


Kasus ini memperlihatkan pentingnya pengawasan kesehatan lintas negara, terutama bagi wilayah yang berbatasan atau memiliki mobilitas penduduk tinggi dengan daerah yang sedang mengalami wabah.


Meluasnya infeksi ke zona kesehatan baru membuat pemantauan epidemiologi menjadi bagian penting dalam penanganan wabah Ebola di Kongo.


Pendataan kasus, identifikasi kontak erat, serta deteksi dini terhadap orang yang mengalami gejala menjadi langkah penting untuk membantu membatasi penularan.


Sementara itu, laporan kasus di Kenya menambah perhatian terhadap risiko penyebaran lintas batas. Koordinasi antarpemerintah dan otoritas kesehatan diperlukan untuk mendukung pengawasan serta respons terhadap kemungkinan munculnya kasus baru.


Perkembangan wabah selanjutnya akan bergantung pada efektivitas penanganan di wilayah terdampak, kemampuan mendeteksi infeksi secara cepat, dan langkah pencegahan yang dijalankan oleh otoritas kesehatan setempat.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com