
TANGERANGSELATAN - Sebanyak 145 warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan infeksi bakteri escherichia coli (E.coli). Mayoritas warga terdampak merupakan anak-anak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan mengungkapkan, rangkaian kejadian ini bermula dari keluhan warga mengenai kondisi air yang terlihat keruh pada pertengahan September 2026. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas kesehatan dengan pengambilan sampel untuk pemeriksaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tangsel, Fitria Oriza, mengatakan laporan awal diterima kader Puskesmas Keranggan pada 16 September 2026.
Saat itu, warga mengadukan perubahan kondisi air yang digunakan di lingkungan perumahan. Petugas kemudian mengambil tiga sampel untuk diperiksa, yakni dua sampel air kemasan dari rumah warga di Blok A dan B1 serta satu sampel dari toren dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikelola PT APS selaku penjual air.
Beberapa pekan setelah laporan mengenai air keruh diterima, kader kesehatan kembali memperoleh informasi tentang sejumlah warga yang mengalami gangguan pencernaan.
Pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, laporan mengenai warga dengan gejala demam, diare, mual, dan muntah mulai diterima. Keluhan serupa disebut muncul hampir bersamaan di sejumlah RT di kawasan Serpong Lagoon.
Sehari kemudian, Kamis (8/10/2026), jumlah warga yang dilaporkan mengalami gejala tersebut mencapai 27 orang.
Puskesmas Keranggan selanjutnya melakukan verifikasi awal dan menyampaikan laporan kepada Dinkes Tangsel. Menindaklanjuti perkembangan tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan epidemiologi pada Jumat (9/10/2026).
Petugas mendatangi rumah warga terdampak untuk melakukan wawancara dan mengumpulkan informasi melalui kuesioner digital. Warga yang mengalami gejala juga mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.
Seiring bertambahnya laporan, jumlah warga yang mengalami gejala muntaber terus meningkat. Berdasarkan data yang disampaikan Fitria, jumlah kasus sempat mencapai 137 orang sebelum laporan terbaru mencatat 145 warga terdampak.
Dari pendataan tersebut, sebanyak 58 orang dilaporkan dirujuk oleh Puskesmas Keranggan. Fitria juga menyebutkan masih terdapat anak-anak yang menjalani rawat inap di Eka Hospital.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kelompok usia anak mendominasi pasien yang mengalami gangguan kesehatan di lingkungan perumahan tersebut.
Data Dinkes Tangsel menunjukkan bahwa dari kelompok pasien yang dirinci berdasarkan usia, sebanyak 35 orang merupakan balita berusia di bawah lima tahun. Sementara itu, 20 pasien berusia 5 hingga 17 tahun dan 13 pasien lainnya merupakan orang dewasa.
Berdasarkan jenis kelamin, pasien perempuan tercatat sebanyak 64,7 persen, sedangkan pasien laki-laki mencapai 35,3 persen.
Sebelumnya, Ketua RT 04 Serpong Lagoon, Heru Cahyono, menyampaikan bahwa jumlah sementara warga yang mengalami muntaber mencapai 146 orang berdasarkan data yang masuk pada Rabu (14/10/2026).
Ia mengatakan keluhan kesehatan dialami berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Pada saat itu, penyebab pasti meningkatnya kasus masih menunggu hasil pengujian laboratorium.
Munculnya keluhan air keruh sebelum peningkatan kasus muntaber menjadi salah satu aspek yang perlu ditelusuri dalam penyelidikan epidemiologi. Namun, hubungan langsung antara kualitas air dan kejadian penyakit perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium serta penyelidikan petugas kesehatan.
Keberadaan bakteri E.coli juga perlu ditafsirkan berdasarkan lokasi sampel dan hasil pengujian yang terverifikasi. Tidak semua temuan bakteri tersebut secara otomatis membuktikan bahwa air yang dikelola pihak tertentu menjadi sumber wabah.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |