
PALEMBANG - Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada tingkat sangat tidak sehat hingga berbahaya pada Minggu (11/10/2026) pagi. Konsentrasi partikel halus PM2.5 di sejumlah stasiun pemantauan tercatat sangat tinggi, seiring kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengungkapkan konsentrasi PM2.5 tertinggi di Stasiun Musi 2 dan Talang Betutu mencapai 497,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan catatan pemantauan, kualitas udara di Stasiun Musi 2 sudah berada dalam kategori sangat tidak sehat sejak tengah malam hingga pukul 04.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, kadar PM2.5 berkisar antara 190,8 hingga 234,3 µg/m³.
Memasuki pukul 05.00 WIB, konsentrasi partikel halus melonjak tajam hingga 497,9 µg/m³. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 401,9 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB dan kembali turun ke 339,8 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Meski menunjukkan tren penurunan, kadar polutan tersebut masih menandakan kondisi udara yang buruk dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, pemantauan di Stasiun Talang Betutu mencatat konsentrasi PM2.5 tertinggi sebesar 451,3 µg/m³ pada pukul 00.00 WIB. Pada pukul 07.00 WIB, angkanya masih berada di level 295,8 µg/m³.
Wandayantolis menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan wilayah sekitarnya masih menjadi salah satu penyebab kabut asap yang menyelimuti Palembang.
Partikel PM2.5 merupakan polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun penyakit jantung.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya ketika konsentrasi polutan masih tinggi.
Untuk mengurangi risiko paparan polusi, masyarakat diminta membatasi kegiatan di luar ruangan selama kualitas udara berada pada tingkat berbahaya.
Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga dianjurkan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap. Warga sebaiknya turut memperhatikan informasi kualitas udara terbaru sebelum beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, kelompok rentan perlu mendapat perhatian khusus karena lebih berisiko mengalami dampak kesehatan akibat polusi udara.
Kondisi kabut asap di Palembang masih memerlukan pemantauan berkelanjutan. Penanganan karhutla di wilayah sumber asap juga menjadi faktor penting untuk membantu memperbaiki kualitas udara dan mengurangi risiko kesehatan bagi masyarakat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |