
TULUNGAGUNG - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penghentian dilakukan setelah 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu dilaporkan mengalami gangguan pencernaan.
SPPG tersebut akan menjalani penghentian operasional selama 20 hari. Selama periode tersebut, tidak ada kegiatan produksi maupun distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah BGN Tulungagung Habibi mengatakan penghentian dilakukan sebagai langkah evaluasi sekaligus pembinaan terhadap pengelola SPPG.
“Saat ini operasional SPPG Tanjungsari 1 sudah dihentikan sementara. Tidak ada lagi aktivitas produksi maupun distribusi MBG selama masa pembinaan,” ujar Habibi, dikutip Minggu (27/9/2026).
Menurut Habibi, evaluasi dilakukan setelah adanya laporan mengenai keluhan gangguan pencernaan pada penerima manfaat MBG di SMKN 1 Boyolangu.
Selama masa penghentian, BGN akan mengevaluasi serta menyempurnakan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan di SPPG. Pemeriksaan mencakup seluruh rangkaian pengelolaan makanan, mulai dari produksi dan pengolahan hingga distribusi.
“Selama penghentian sementara kami fokus pada peningkatan dan perbaikan SOP yang masih perlu disempurnakan,” katanya.
BGN juga telah melakukan monitoring dan evaluasi langsung terhadap dapur SPPG Tanjungsari 1. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan.
Salah satu bagian yang turut diperiksa adalah menu MBG yang disajikan ketika keluhan terjadi. Menu tersebut terdiri dari ayam bakar, sambal, dan buah anggur.
Habibi mengatakan kombinasi menu tersebut perlu menjadi bagian dari evaluasi, terutama terkait keamanan dan kesesuaiannya bagi penerima manfaat dengan kondisi kesehatan atau sensitivitas makanan tertentu.
“Menu seperti itu berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu kami evaluasi agar penyusunan menu lebih memperhatikan faktor keamanan dan kesesuaian konsumsi,” ujarnya.
Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru belum dapat dipastikan.
Dinas Kesehatan Tulungagung mencatat sebanyak 198 siswa dan guru mengalami keluhan gangguan pencernaan berdasarkan hasil surveilans epidemiologi.
Untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya, sampel makanan yang dikonsumsi telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.
Sampel tersebut masih menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pengujian diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar dua pekan.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan, penghentian sementara SPPG Tanjungsari 1 menjadi langkah evaluasi dan pencegahan. BGN menyatakan perbaikan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG memenuhi ketentuan keamanan dan kualitas makanan bagi para penerima manfaat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |