ESC : ( Tutup Form )

61 Juta Ton Puing di Gaza Jadi Tantangan Besar Pemulihan Pascaperang


Senin, 28  September  2026 - 11:32 WIB

61 Juta Ton Puing di Gaza Jadi Tantangan Besar Pemulihan Pascaperang
Foto Berita

GAZA - Pemulihan Jalur Gaza menghadapi persoalan besar setelah perang meninggalkan puluhan juta ton material bangunan yang hancur. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan volume puing di wilayah tersebut mencapai sekitar 61 juta ton.


Jumlah itu membuat pekerjaan pembersihan menjadi salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan dalam konteks konflik modern. Material yang harus disingkirkan bukan hanya beton dan bangunan runtuh, tetapi juga berpotensi mengandung amunisi yang belum meledak serta material berbahaya.


Di kawasan Tel al-Hawa, Kota Gaza, petugas kemanusiaan dan teknisi berupaya membuka kembali akses jalan yang sebelumnya dipenuhi reruntuhan. Salah satu lokasi yang ditangani adalah Jalan Beirut, yang sebelum perang menjadi kawasan perdagangan dan permukiman.


Jaco Cilliers, Perwakilan Khusus Program Pembangunan PBB (UNDP) di Palestina, mengatakan besarnya volume puing menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan.


Menurut perkiraan UNDP, jumlah material tersebut sekitar 20 kali lebih banyak dibandingkan total puing yang dihasilkan dari seluruh konflik perang di dunia selama 18 tahun terakhir. Proses pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 10 tahun dengan kebutuhan dana mencapai miliaran dolar AS.


Sejauh ini, tim gabungan telah membersihkan sekitar 580 kilometer jalan untuk membuka jalur bagi kendaraan bantuan dan masyarakat. Namun, material yang berhasil dipindahkan baru sekitar 907.000 ton atau sekitar 1,5 persen dari perkiraan keseluruhan.


Pekerjaan tersebut juga terkendala keterbatasan alat berat. Menurut laporan yang dikutip Media Indonesia dari The Guardian, pengiriman sejumlah peralatan dan suku cadang menghadapi pembatasan karena dikategorikan berpotensi memiliki penggunaan ganda atau dual-use.


Keterbatasan peralatan membuat tim di Gaza masih mengandalkan tujuh mesin penghancur atau crusher yang sudah berusia tua. Mesin-mesin tersebut harus terus diperbaiki agar dapat digunakan untuk mengolah material reruntuhan.


Beton dari bangunan yang dihancurkan kemudian dimanfaatkan kembali setelah melalui proses penghancuran. Hasil daur ulang tersebut digunakan sebagai material untuk memperbaiki jalan maupun membantu memperkuat area di sekitar tempat pengungsian.


Nehal Abu Hassan dari Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan material hasil daur ulang memiliki kualitas yang tidak sama dengan bahan alami yang biasanya digunakan dalam pembangunan jalan. Namun, kondisi di lapangan membuat pemanfaatan kembali puing menjadi salah satu pilihan yang tersedia.


Selain persoalan teknis, proses pembersihan juga berkaitan dengan persoalan kemanusiaan. UNDP memperkirakan masih terdapat sekitar 8.000 hingga 10.000 jenazah yang kemungkinan berada di bawah reruntuhan.


Para pekerja juga menghadapi ancaman lain, termasuk persenjataan yang belum meledak, paparan debu yang mengandung asbes, serta kemungkinan runtuhnya bangunan yang masih berdiri sebagian.


Bagi masyarakat Gaza, reruntuhan tersebut tidak sekadar material yang harus dipindahkan. Di balik bangunan yang hancur terdapat rumah, tempat usaha, serta kenangan keluarga yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun.


Meski berlangsung lambat, pembukaan kembali jalan dan area usaha mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi setempat. Cilliers mengatakan sejumlah toko dan bisnis yang berada di depan lokasi yang telah dibersihkan mulai kembali beroperasi dalam waktu sekitar 20 hari setelah puing-puing disingkirkan.


Dengan skala kerusakan yang sangat besar, pembersihan reruntuhan menjadi salah satu tahap awal yang penting dalam proses pemulihan Gaza, sekaligus menghadirkan tantangan keamanan, lingkungan, logistik, dan kemanusiaan yang kompleks.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com