
KYAUKTAW - Serangan udara terjadi di sebuah pasar di Kota Kyauktaw, wilayah utara Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Selasa (29/9/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 33 orang dan menyebabkan 36 lainnya terluka.
Informasi mengenai jumlah korban disampaikan pejabat setempat dan kelompok perlawanan, seperti dilaporkan Al Jazeera. Wilayah Rakhine sendiri menjadi salah satu kawasan yang dikuasai atau diperebutkan kelompok bersenjata yang menentang pemerintahan junta Myanmar.
Tentara Arakan, kelompok bersenjata yang beroperasi di Rakhine, mengatakan sebuah pesawat tempur menjatuhkan dua bom di sekitar pasar pada Selasa siang waktu setempat.
Menurut kelompok tersebut, korban terdiri atas pedagang, pembeli, hingga orang yang sedang melintas di sekitar lokasi. Mereka juga memperingatkan jumlah korban dapat bertambah.
Wai Hun Aung, pejabat senior tim penyelamat di Rakhine, turut mengonfirmasi laporan korban kepada Associated Press. Ia menyebut pasar tersebut merupakan salah satu pusat perdagangan grosir utama yang didatangi pedagang dan pembeli dari berbagai wilayah Rakhine.
“Ini adalah salah satu serangan udara paling parah di Rakhine,” ujar Wai Hun Aung.
Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi lokasi setelah serangan. Sejumlah bangunan tampak terbakar, kendaraan mengalami kerusakan, sementara bagian jembatan di sekitar lokasi juga dilaporkan hancur.
Hingga laporan tersebut dibuat, militer Myanmar belum memberikan pernyataan khusus mengenai serangan di pasar Kyauktaw.
Dalam pernyataan sebelumnya, militer Myanmar mengatakan operasi udara mereka ditujukan terhadap sasaran militer yang dianggap sah. Pihak militer juga menuduh kelompok-kelompok perlawanan melakukan tindakan yang mereka kategorikan sebagai terorisme.
Myanmar masih menghadapi konflik bersenjata yang meluas sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.
Sejak saat itu, perlawanan terhadap pemerintahan militer berkembang menjadi konflik antara junta dengan berbagai kelompok bersenjata etnis serta kelompok pro-demokrasi.
Di Rakhine, Tentara Arakan menjadi salah satu kelompok utama yang berkonflik dengan militer. Kelompok tersebut memperjuangkan otonomi bagi komunitas etnis minoritas di wilayah tersebut.
Tentara Arakan mulai melancarkan serangan besar pada November 2023 dan kemudian menguasai sejumlah posisi strategis militer serta 14 dari 17 wilayah administratif tingkat township di Rakhine, berdasarkan informasi dalam laporan tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |