
KYIV - Serangkaian serangan pesawat tanpa awak atau drone menghantam Kyiv dan sejumlah wilayah Ukraina pada Minggu (27/9/2026). Otoritas setempat melaporkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan lebih dari 10 lainnya mengalami luka-luka.
Salah satu serangan dilaporkan mengenai sebuah pasar di Sofiivska Borshchahivka, wilayah Kyiv. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan rusak, sementara kebakaran dilaporkan terjadi di area gudang dan sebuah gedung perkantoran.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia meluncurkan total 277 drone dari berbagai jenis sejak Sabtu (26/9/2026). Menurut Zelenskyy, serangan tersebut turut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sipil dan publik.
Dalam pernyataannya, Zelenskyy menyebut beberapa fasilitas yang terdampak antara lain taman kanak-kanak, sekolah, rumah warga, bengkel kendaraan, gudang, serta fasilitas komunikasi. Kediaman yang digunakan oleh Duta Besar Arab Saudi di Ukraina juga disebut mengalami kerusakan.
Zelenskyy mengecam serangan tersebut dan menilai sasaran yang terdampak menunjukkan adanya risiko besar terhadap masyarakat sipil. Ia juga mengatakan sebuah sekolah olahraga di Dnipro dan sebuah panti asuhan di wilayah Sumy turut terdampak.
Presiden Ukraina itu kemudian mengaitkan serangan tersebut dengan upaya diplomasi untuk meredakan konflik. Menurutnya, intensitas serangan tidak sejalan dengan pernyataan mengenai kemungkinan langkah menuju de-eskalasi.
Zelenskyy juga menyerukan agar negara-negara yang mendukung Ukraina meningkatkan tekanan terhadap Moskow. Pemerintah Ukraina, kata dia, tengah menyiapkan paket sanksi baru yang ditujukan kepada jaringan keuangan, rantai pasokan komponen serta peralatan yang digunakan dalam produksi persenjataan Rusia.
Sanksi tersebut juga direncanakan menyasar perusahaan dan individu yang berkaitan dengan produksi rudal balistik. Zelenskyy berharap paket pembatasan baru itu dapat diberlakukan paling lambat Oktober.
Di sisi lain, Rusia berulang kali membantah tuduhan bahwa militernya sengaja menjadikan warga atau fasilitas sipil sebagai sasaran serangan. Moskow menyatakan operasi militernya ditujukan kepada sasaran yang berkaitan dengan kepentingan militer, termasuk fasilitas komunikasi dan logistik.
Perkembangan terbaru ini terjadi ketika perang Rusia-Ukraina masih berlangsung dan upaya diplomatik untuk meredakan konflik terus menjadi perhatian sejumlah pihak.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |