
AMUR - Sebuah pesawat pengebom strategis Tu-95 milik Rusia mengalami kecelakaan saat menjalani penerbangan latihan di wilayah Amur, kawasan Timur Jauh Rusia. Insiden tersebut menyebabkan enam orang awak pesawat meninggal dunia.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan satu awak lainnya berhasil dievakuasi dan kini mendapat penanganan di fasilitas medis.
Pesawat dilaporkan jatuh di area yang tidak berpenghuni. Karena itu, sejauh informasi yang disampaikan pihak berwenang, tidak terdapat laporan korban dari masyarakat sipil.
Kementerian Pertahanan Rusia juga memastikan pesawat tersebut tidak membawa persenjataan ketika mengalami kecelakaan.
Untuk mengetahui penyebab insiden, sebuah komisi dari Angkatan Udara dan Antariksa Rusia telah dikirim ke lokasi jatuhnya pesawat. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan Tu-95 tersebut kehilangan kendali dan jatuh saat penerbangan latihan.
Tu-95 merupakan pesawat pengebom strategis yang dikembangkan pada era Uni Soviet. Pesawat bermesin turboprop ini pertama kali mengudara pada 1952 dan hingga kini masih dikenal sebagai salah satu pesawat turboprop dengan kecepatan tertinggi yang pernah diproduksi.
Dalam operasi militernya, Tu-95 menjadi salah satu aset penerbangan jarak jauh Rusia. Pesawat ini juga digunakan dalam konflik Rusia-Ukraina, termasuk untuk membawa dan meluncurkan rudal jelajah Kh-101 terhadap berbagai sasaran di Ukraina.
Selain menjalankan misi dengan persenjataan konvensional, Tu-95 mempunyai posisi dalam sistem pertahanan strategis Rusia. Pesawat tersebut merupakan salah satu unsur triad nuklir Rusia dan dirancang untuk membawa rudal yang dapat dilengkapi hulu ledak termonuklir.
Penyelidikan atas kecelakaan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |